Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kronologi Penyerangan di Yahukimo Papua, 52 Terduga Pelaku Telah Diamankan

Polisi telah mengamankan 52 terduga pelaku penyerangan terhadap masyarakat suku Yali di Yahukimo, Papua pada pada Minggu (3/10/2021).

Editor: m nur huda
Tribunnews.com
Mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup dikabarkan meninggal dunia di Jakarta, Minggu (3/10/2021) pagi. Sejumlah warga di Kabupaten Yahukimo mulai membakar sejumlah rumah dan melempari toko. 

Sebelumnya dikabarkan terdapat dua warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi pada Minggu (3/10/2021) siang tersebut.

Terkini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi enam orang.

Dari enam korban meninggal, seorang di antaranya diduga merupakan pelaku penyerangan.

"Masyarakat yang meninggal dunia enam orang yang salah satunya diduga adalah pelaku penyerangan. Seluruh jenazah masih disemayamkan di RSUD Yahukimo," kata Faizal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (3/10/2021).

Menurut Faizal, saat ini masyarakat ketakutan karena khawatir akan kembali terjadi kericuhan.

Karena itu, mereka saat ini tengah mengungsi di kantor polisi setempat.

"Sekitar seribu warga saat ini berlindung di Polres Yahukimo," kata Faizal.

Faizal menambahkan pihaknya belum bisa memastikan mengenai jumlah bangunan yang terbakar atau rusak akibat kericuhan tersebut.

Namun, saat ini aparat keamanan sudah mulai bisa mengendalikan situasi.

"Sekarang situasinya sudah cukup kondusif," kata dia.

Adapun dugaan awal motif kericuhan tersebut diduga karena dipicu oleh kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup di sebuah hotel di Jakarta.

"Dugaan awalnya seperti itu (karena kematian mantan Bupati Yahukimo), kami sedang dalami," kata Faizal.

Saat ini, kata Faizal, ada 52 orang yang telah diamankan karena diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap warga Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Dari penangkapan tersebut, lanjut Faizal, muncul dugaan adanya keterlibatan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam aksi kericuhan itu.

Sementara kronologi kericuhan itu bermula ketika warga yang sedang melaksanakan ibadah di Gereja Gidi Dekai, Distrik Dekai, diserang secara tiba-tiba pada Minggu siang sekitar pukul 12.10 WIT.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved