Moto3
Valentino Rossi Ibaratkan Moto3 Seperti Russian Roulette
Valentino Rossi memberi komentar tentang kecelakaan horor pada Moto3 Americas 2021.
Vinales pun meninggal karena terjatuh di tengah lintasan dan ditabrak rivalnya, satu kondisi kecelakaan yang belum terpecahkan solusinya di ajang balap motor.
Ditambah dengan tewasnya Hugo Millan di CEV Moto2 pada Juli lalu, juga karena insiden serupa, desakan untuk mengubah tatanan kompetisi di level junior menguat.
Kritik juga datang dari pembalap veteran, Valentino Rossi.
Kebetulan, Migno yang terlibat dalam kecelakaan kemarin merupakan salah satu anggota Akademi Pembalap VR46 besutan Rossi.
Rossi menyentil keputusan Race Direction menggelar balapan kedua berdurasi lima lap setelah kecelakaan awal yang membuat balapan Moto3 Americas dihentikan.
Menurut Rossi, menggelar lomba dalam durasi singkat justru lebih berbahaya karena agresivitas pembalap Moto3 sudah tinggi saat balapan normal.
Rossi mengibaratkan balapan berdurasi singkat di Moto3 dengan memainkan Russian Roulette.
Russian Roulette merupakan permainan me
matikan. Nyawa pemain ditentukan kans apakah pada pistol di depannya terpasang satu silinder khusus yang memuat peluru.
"Pertama, menjalani balapan lima lap di Moto3 itu seperti Russian Roulette, mereka membuat keputusan yang salah," ucap Rossi, dikutip BolaSport.com dari GPone.
Rossi juga mengkritik karakter pembalap Moto3 yang kelewat agresif.
"Oncu mengubah jalurnya di lintasan lurus karena mengetahui ada pembalap lain di sisinya dan bisa menyebabkan kecelakaan fatal," ujar Rossi.
"Saya sangat takut, bukan cuma karena Migno terlibat, kita beruntung tidak ada yang terluka dari insiden tersebut."
"Beberapa hal harus diubah sebelum terlambat."
"Balap motor adalah olahraga yang berbahaya dan menjadi lebih berbahaya lagi karena beberapa sikap tertentu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kecelakaan-di-moto3.jpg)