Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kebumen

Ada Indikasi Dokter Berburu Peserta BPJS di Kebumen, IDI Ngadu ke Bupati

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kebumen keluhkan tidak meratanya redistribusi peserta BPJS Kesehatan yang ada di klinik dokter di kebumen

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
ist/Humas Setda Kebumen
audiensi IDI dengan Bupati Kebumen, Selasa (5/10/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kebumen keluhkan tidak meratanya redistribusi peserta BPJS Kesehatan yang ada di klinik dokter tertentu di Kebumen.

Ketidakmerataan ini menimbulkan ketimpangan. 

Hal itu disampaikan oleh jajaran pengurus IDI saat bertemu dengan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, di ruang transit Rumah Dinas Bupati, Selasa (5/10/2021). 

Ketua IDI Kebumen, Dokter Andika Purwita Aji MMR mempertanyakan  jumlah peserta BPJS di klinik dokter yang tidak merata.

IDI melihat, ada sejumlah dokter yang terlalu aktif mencari peserta BPJS.  Ironisnya, ia menyebut ada sejumlah agen atau penyedia jasa yang bertugas mencari peserta BPJS sebanyak-banyaknya untuk ditempatkan di klinik dokter tertentu.

Ia menganggap tindakan ini tidak etis, dan melanggar kode etik. 

"Ada dokter yang terlalu aktif cari peserta BPJS, ada juga agen-agen yang memang menyediakan jasa untuk mencari peserta BPJS.

Kalau ini terus dilakukan maka akan terjadi ketimpangan," ujar Dokter Andika, Rabu (6/10/2021) 

Ketimpangan itu yakni, ada klinik dokter tertentu yang peserta BPJS terlalu banyak, bahkan over.

Tapi di sisi lain ada  klinik dokter yang peserta BPJS nya sangat sedikit. Di situ IDI mencurigai ada ketidakberesan.

Ia menyayangkan jik izin redistribusi peserta BPJS terus diberikan tanpa mempertimbangkan aspek pemerataan dan aturan yang berlaku. 

"Ini kan disayangkan. Pemerataan dokter praktek di Kebumen jadi tidak merata. Pastinya ada aturan kode etik yang dilanggar," terangnya.

Dalam aturan dijelaskan, batas peserta BPJS maksimal 5000 peserta untuk satu dokter.

Tapi di Kebumen, kata dia, ada satu dua dokter yang melebihi batas. Ada juga yang masih sangat kurang. 

IDI menginginkan izin praktek dokter tidak hanya terpusat di kota-kota yang ada di Kebumen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved