Berita Karanganyar

Peternak Ayam Telur Karanganyar Terpaksa Jual Ayam, Harga Telur Keok

Peternak ayam telur di Karanganyar terpaksa menjual ayam yang masih produktif untuk mempertahankan usaha.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Pekerja di kandang milik Budi melakukan sterilisasi kandang ayam petelur yang terletak di Desa Sedayu Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Peternak di wilayah Desa Sedayu Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar keluhkan anjloknya harga telur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari peternak, harga jual telur di tingkat peternak berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per Kg.

Di sisi lain biaya produksi untuk membeli pakan jagung justru mengalami peningkatan.

Peternak sekaligus Ketua Kelompok Ternak Margo Seneng, Sriyono Budi Waluyo menyampaikan, harga pokok produksi (HPP) saat ini berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per Kg.

Penurunan harga telur terjadi sejak tiga bulan terakhir.

"Sekarang harga (telur) Rp 16,5 ribu per Kg. Dengan HPP, kami minus sekitar Rp 4.000 per Kg," katanya kepada Tribunjateng.com saat penyaluran bantuan pakan jagung dari pemerintah, Rabu (6/10/2021).

Dengan turunnya harga jual telur, dia terpaksa melakukan beberapa upaya untuk tetap dapat bertahan.

Seperti afkir dini atau menjual ayam yang masih produktif.

Dia telah menjual sekitar 2.000 ayam yang masih produktif guna menekan biaya produksi.

Padahal Budi paling tidak harus menyiapkan pakan ayam berkisar 10 hingga 12 ton dalam sebulan.

Dia berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk membantu para peternak.

Entah itu melalui serapan produksi peternak atau lainnya.

Peternak lain, Nurtini mengatakan, memiliki empat kandang ayam dengan populasi sekitar 3.500 ekor.

Akan tetapi untuk dapat bertahan selama turunnya harga telur, dia terpaksa menjual ayam yang ada di satu kandang.

Dia mengungkapkan, terpaksa pinjam uang ke bank dan melakukan afkir dini untuk dapat tetap bertahan.

"Harapan saya itu harga telur stabil. Minimal sesuai HPP. Kalaupun harga jagung tidak murah yang penting harga telur stabil," jelasnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved