Breaking News:

Berita Semarang

Bunga Dilecehkan Tetangga Depan Rumah, Keluarga Tak Mau Lapor, Kasihan Sudah Lansia

Seorang remaja putri warga Tembalang, Kota Semarang, sebut saja Bunga  mendapatkan kekerasan seksual oleh tetangga depan rumahnya.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Shutterstock
Ilustrasi 

Menurut Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia
(LRC-KJHAM), kasus kekerasan seksual di lingkungan terdekat korban memang banyak yang tak berlanjut ke ranah hukum.

Kepala Divisi Bantuan Hukum LRC-KJHAM,Nihayatul Mukaromah menegaskan, banyak kasus kekerasan seksual di lingkungan keluarga tak sampai ke ranah hukum.

Alasannya kasus sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Keluarga kepada pendamping hukum biasanya memberikan keterangan bahwa pelaku sudah meminta maaf dan tak akan mengulangi perbuatannya.

"Mereka juga menghalang-halangi pendamping hukum untuk bertemu dengan korban," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/10/2021).

Dari data penanganan kasusLRC-KJHAM di lingkup Jawa Tengah tercatat, di tahun 2018 terdapat 74 kasus kekerasan terhadap perempuan, tahun 2019 meningkat menjadi 84 kasus, dan di tahun 2020
meningkat lagi menjadi 96 kasus.

Kemudian di tahun 2021 per Juni tercatat ada 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah korban sebanyak 95 perempuan.

Lima Kabupaten/Kota tertinggi meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak,Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Magelang. 

Korban terbanyak adalah usia anak yaitu sejumlah 58 korban atau 61 persen. 

Kekerasan terhadap perempuan banyak dilakukan oleh pelaku yang memiliki relasi dekat dengan korban. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved