Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Chelsea

Chelsea Sudah Punya Solusi dari Cederanya Kante, Tuchel Pilih Eks Gelandang Real Madrid

Meski Kante cedera, namun performa Chelsea tetap stabil bahkan hingga saat ini masih menguasai puncak klasemen Liga Inggris.

Tayang:
Editor: rival al manaf
(Paul ELLIS / AFP)
Gelandang Chelsea asal Kroasia Mateo Kovacic (kanan) memainkan bola selama pertandingan sepak bola Piala Super UEFA antara Chelsea dan Villarreal di Windsor Park di Belfast pada 11 Agustus 2021. Paul ELLIS / AFP 

TRIBUNJATENG.COM, INGGRIS - Meski Kante cedera, namun performa Chelsea tetap stabil bahkan hingga saat ini masih menguasai puncak klasemen Liga Inggris.

Jatung lini tengah mereka tepat diisi oleh mantan pemain Real Madrid, Kovacic.

N'Golo Kante, terancam absen cukup lama karena cidera dan COVID-19 yang menjangkitnya.

Baca juga: Del Piero Ungkap Kenapa Melawan Chelsea di Liga Champions Menjadi Momentum Kebangkitan Juventus

Baca juga: Eks Pelatih Inter Milan, Conte Disemprot Legenda Chelsea Karena Kritisi Cara Tuchel Memainkan Lukaku

Baca juga: Tuchel Sebut Dua Pemain Chelsea yang Dibeli dengan Harga Mahal Namun Performanya Belum Sesuai

Pun dengan Thomas Tuchel yang berharap-harap cemas, hingga akhirnya mendatangkan Saul Niguez sebagai opsi untuk menutupi hilangnya Kante.

Tetapi, bukan Saul yang menjadi pilihan utama, namun pemain berusia 27 tahun, Mateo Kovacic.

Duetnya sangat sentral di lini tengah Chelsea bersama dengan Jorginho, menjadi double pivot dalam skema Tuchel.

Ia juga nyaris tidak tergantikan dan sealu turun menjadi starter untuk The Blues di semua laga.

Sejauh ini, Kovacic bahkan sudah mengumpulan satu gol dan tiga asis untuk Chelsea di Liga Inggris.

Mateo Kovacic memang pemain dengan DNA juara, mentalitasnya terasah sejak muda, maka tidak heran Inter Milan dan Real Madrid sudah pernah diperkuatnya di usia yang belum genap 25 tahun.

Kovacic adalah pemimpin dengan karakter unik, ia sangat pendiam di lapangan, permainannya juga bersih dan jarang bergesekan dengan pemain lawan.

Andrea Stramaccioni, pelatih Inter dari Maret 2012 hingga Mei 2013, masih ingat saat pertama kali melihat Kovacic.

“Marco Branca (mantan direktur olahraga Inter) sedang mempertimbangkan tawaran untuk Sime Vrsaljko dari Dinamo Zagreb dan dia meminta pendapat saya,” katanya kepada The Athletic.

"Saya menontonnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint-Germain tetapi setelah pertandingan ini, yang dimenangkan PSG 4-0, saya kembali ke direktur olahraga saya jatuh cinta dengan pemain lain ..."

Bahkan dalam kekalahan telak, Kovacic terlalu bagus untuk diabaikan.

“Dia baru berusia 18 tahun,” Stramaccioni menambahkan, “tetapi sejak tanggal itu, saya mendorong presiden saya, Massimo Moratti, untuk mempercayai saya dan,

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved