Breaking News:

Dongeng Anak Morita dan Rahasia Peri Bunga

Inilah dongeng anak cocok dibaca sebelum tidur berjudul Morita dan Rahasia Peri Bunga.

Penulis: Inez | Editor: abduh imanulhaq
Majalah Bobo
Inilah dongeng anak sebelum tidur berjudul Morita dan Rahasia Peri Bunga. 

“Kamu membuat kami bersin-bersin, hihihi,” Peri Mawar kembali tertawa.

“Ah, peri-peri yang aneh,” gumam Morita. Kalau dia yang dikerjain teman-temannya, pasti marah-marah.

Tapi, peri-peri bunga itu malah tertawa-tawa.

Kali ini, Morita punya rencana keisengan lain.

“Ssst, sini!” panggil Morita. Lima peri kecil terbang mendekat dengan semangat.

Tiba-tiba mereka menjerit bersama-sama. Aduuuh, ternyata Morita iseng sekali melempari mereka dengan kumbang karet raksasa.

“Morita! Kami kan takut kumbang!” protes Peri Mawar. Morita menjulurkan lidahnya.

“Hihihi, sekarang mereka pasti marah,” pikir Morita ketika melihat muka Peri Mawar yang mulai memerah.

Tapi, tiba-tiba Peri Melati mengangkat kumbang mainan itu dan melemparkannya ke arah teman-temannya.

Mereka langsung menyingkir sambil tertawa. Loh, kumbang mainan itu malah jadi mainan.

“Kok kalian enggak marah, sih?” tanya Morita kesal.

Hihihi... Peri-peri bunga itu cuma tertawa.

“Kamu kesal, Morita?” tanya Peri Mawar. “Pantas saja kamu enggak pernah bisa terbang!”

“Maksudmu?” tanya Morita heran.

“Dengar ya, Morita. Kalau kamu kesal, hatimu akan terasa berat.

Jadi, badanmu juga akan terlalu berat untuk terbang,” jelas Peri Mawar.

Morita masih tidak mengerti. “Gimana, sih?” tanyanya penasaran.

“Kalau kamu ingin terbang, hatimu harus gembira. Makanya, kami selalu bergembira, bahkan ketika mengalami kesulitan sekalipun.”

“Ah, tidak masuk akal! Pasti kalian membohongiku!” seru Morita.

Morita kesal. Daripada pusing dengan peri-peri bunga itu, lebih baik tidur.

“Moritaaa!” panggil Nenek Rumi. Morita mengucek kedua matanya.

“Astaga! Aku punya janji dengan Nenek Rumi!” jerit Morita.

Ya, hari ini Nenek Rumi akan mengajari Morita merajut tas jaring-jaring yang indah.

“Kamu hebat, Morita! Kamu cepat belajar!” puji Nenek Rumi ketika Morita hampir selesai merajut tas kecilnya.

Sebenarnya rajutannya banyak yang salah, tapi Morita senang dipuji Nenek Rumi.

Dan ketika tas kecil Morita sudah benar-benar selesai, Nenek Rumi punya kejutan untuknya.

Sekantung permen cokelat kesukaan Morita!

“Masukkan ke dalam tas barumu dan bawalah pulang.”

“Wah, Nenek baik sekali!” seru Morita semakin gembira.

“Aku akan membaginya dengan adikku. Terima kasih, Nek!” Morita segera berlari gembira menuju rumahnya.

Buuuk! Tiba-tiba kaki Morita terantuk batu. Darah mengalir dari lututnya.

Hampir saja Morita mengumpat. Tapi, ketika ingat permen cokelat di tasnya, Morita segera bangkit dan ingin segera sampai di rumah.

Morita kembali berlari dengan gembira.

Saking gembiranya, tanpa terasa kaki Morita terasa melayang-layang.

Morita membelalakkan kedua matanya. Ajaib! Tubuhnya jadi ringan melayanglayang di udara.

Semakin Morita bergembira, semakin tinggi terbangnya.

“Astaga, peri bunga tidak bohong! Kalau kau gembira, aku bisa terbang!

Oh, ini benar-benar ajaib! Cihuy! Kini aku bisa terbang!” teriak Morita gembira.

(Cerita oleh: Veronica Widyastuti. Ilustrasi: Dok. Majalah Bobo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved