Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Sosok M Shofa Ulul Azmi Pencipta Logo Hari Santri Nasional 2021, Dapat Ide Saat Salat Isya

Logo minimalis yang memuat bunsur filosofi, di antaranya salat, sujud, kebersamaan, semangat, dan berbagi ini ternyata diciptakan santri asli Pati.

istimewa
M Shofa Ulul Azmi (29) menunjukkan logo Hari Santri Nasional 2021 karyanya yang telah diresmikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Logo Hari Santri Nasional 2021 telah secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (21/9/2021) lalu.

Adapun Hari Santri Nasional sendiri diperingati setiap 22 Oktober.

Logo minimalis yang memuat beberapa unsur filosofi, di antaranya salat, sujud, kebersamaan, semangat, dan berbagi ini ternyata diciptakan oleh seseorang dari kalangan santri yang berasal dari Pati.

Sosok desainer logo tersebut ialah M Shofa Ulul Azmi (29). Pemuda asal Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso itu mengaku mengerjakan logo Hari Santri Nasional 2021 hanya dalam waktu satu malam saja.

“Memang deadline-nya sangat mepet. Saya diminta mengerjakan logo ini juga cukup mendadak. Sampai-sampai orang-orang menyebut saya ‘desainer Bandung Bondowoso,” ujar Shofa pada Tribunjateng.com, Senin (11/10/2021).

Pada 12 September 2021, kata Shofa, dirinya dihubungi oleh Hilal Nasrullah, desainer logo Hari Santri 2020 yang ia kenal melalui jejaring Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara.

“Kang Hilal kembali mendapat project untuk mengerjakan logo hari santri. Namun, permintaan Kementerian  Agama hanya memberi waktu satu malam. Sebab paginya konsep logo sudah harus diserahkan ke Pak Menag. Karena Kang Hilal masih di pondok, akhirnya dia mengajak saya,” kata pria yang pernah mondok di Ponpes Langitan Tuban dan Ponpes Nazzalal Furqoon Salatiga ini.

Hilal sendiri, sebut Shofa, saat ini tengah nyantri di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.

Shofa menyebut, ketika itu dia dihubungi via WhatsApp pada pukul 19.00 WIB. Dari Hilal, dia mendapat beberapa brief dari Kemenag mengenai logo yang akan dibuat.

“Tema sudah ditentukan, yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Saya langsung mencari beberapa referensi dan merangkum filosofinya,” kata dia.

Dari tema yang disodorkan Kemenag, shofa merasa tertarik dengan frasa “Jiwa Raga”. Menurut dia, frasa tersebut sangatlah nyentrik.

“Lalu tiba-tiba inspirasi itu muncul setelah salat isya. Bahwa ketika salat, kita menyerahkan segenap jiwa-raga kita pada Gusti Allah. Benar-benar ikhlas, benar-benar pasrah,” ujar dia.

“Filosofi yang saya temukan adalah sujud, kemudian salat. Awalnya hanya dua itu. Selebihnya mengalir saja. Alhamdulillah pada pukul 02.00 dini hari, logo sudah jadi. Filosofi dan kebutuhan presentasi juga sudah siap,” tambah Shofa.

Shofa menjelaskan, konstruksi logo yang ia kerjakan diambil dari unsur huruf hijaiyah dzal dan jim.

Huruf dzal di sini diambil dari lafaz dzakaa’ yang bermakna cerdas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved