Breaking News:

Berita Banjarnegara

Menggapai Asa, Mimpi Menikah Disabilitas Intelektual

Di pelataran SWP Desa Gumiwang, sejumlah pemuda difabel intelektual saling lempar canda.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Sejumlah pemuda difabel intelektual diajari membuat batik di Desa Gumiwang, Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Di pelataran Shelter Workshop Peduli (SWP) Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, sejumlah pemuda difabel intelektual saling melempar canda. 

Seperti umumnya pemuda, tema yang mereka perbincangkan kadang menyerempet seputar seksualitas atau ketertarikan dengan lawan jenis. 

GR (18) menggojlok temannya,  GS yang tidak kunjung memiliki pacar meski usianya sudah 27 tahun.

Padahal GR sendiri menjomblo, tapi ia lebih percaya diri karena mengklaim pernah memiliki pacar.  Sayang hubungannya kandas karena tak direstui orang tua. 

Tapi kisah GS lebih pahit. Cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Perempuan yang dicintainya sudah punya pacar. GS tak meneruskan ceritanya. Ia menundukkan wajah, seperti  ingin menyembunyikan kesedihan. 

Di usianya yang sudah matang, GS tentu ingin sekali menikah. Tapi ia belum menemukan perempuan yang mau dengannya. 

Beberapa pemuda difabel intelektual lain di tempat itu juga bernasib sama. Mereka belum menikah meski usianya telah dewasa.  

Disabilitas intelektual  memang punya keterbatasan pada fungsi kognitif (kecerdasan), namun bukan berarti mereka tidak memiliki libido atau hasrat seksual. 

Pada masa pubertas, mereka pun mengalami peningkatan hormon yang menimbulkan dorongan seksual. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved