Breaking News:

Berita Jepara

Arab Saudi Perbolehkan Umroh, Agen Travel Prediksi Ada Kenaikan Biaya

Haizul Maarif, pelaku agen travel di Jepara, memprediksi biaya perjalanan umroh naik. Hal ini karena ada ketentuan pembatasan.

AFP PHOTO/BANDAR ALDANDANI
Pemandangan dari udara menunjukkan jemaah haji tengah mengelilingi Kabah, tempat paling suci bagi umat Islam di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (3/9/2017). Tercatat sekitar 2,1 juta umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Haizul Maarif, pelaku agen travel di Jepara, memprediksi biaya perjalanan umroh naik.

Hal ini karena ada ketentuan pembatasan.

Pasalnya,  umroh kali ini akan menyesuaikan kondisi pandemi.

Pemilik agen travek umroh Buroq itu menuturkan, ada ketentuan batasan penghuni kamar hotel dan penumpang bus.

Kalau sebelumnya 1 kamar boleh diisi 4 orang, saat ini diisi 2 orang.

Kemudian jumlah penumpang bus dibatasi 25 orang. Tidak boleh 50 orang.

"Biaya otomatis membengkak karena adanya pembatasan ini," kata Haizul kepada Tribun Jateng, Rabu (13/10/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Haiz itu, kenaikan harga diprediksi sekira 30 persen.

Selain biaya, lanjut dia, jamaah umroh nantinya juga harus mempertimbangkan risiko pandemi Covid-19. Vaksin jadi syarat wajib. 

"Jamaah umroh harus mempertimbangkan risiki pandemi.

Meski ibadah umroh paling susah.

Risiko pandemi harus dipertimbangkan.

Kesehatan harus optimal dan dijaga," imbunnya.

Dia memprediksi pemberangkatan umroh dilakukan pada 2022.

Pada akhir 2021 ini, pemerintah barus mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan umroh di masa pandemi.(yun).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved