Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jepara

Perajin Genting di Jepara Siap Menjadi Mitra Pemerintah

Kabupaten Jepara menjadi daerah penghasil genting terbesar tingkat Jawa Tengah.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
PRODUKSI GENTING - Perajin genting asal Dusun Jatisari, Desa Gemiring, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Saifudin (51) sedang mencetak genting di rumah produksi, Minggu (19/4/2026). Para perajin berharap permintaan naik dan harga jual juga terdongkrak.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kabupaten Jepara menjadi daerah penghasil genting terbesar tingkat Jawa Tengah bersama Kabupaten Kebumen.

Sentra industri genting di Bumi Kartini berpusat di Kecamatan Mayong, sebagian berada di Kecamatan Nalumsari dan Welahan.

Meski sebagian perajin banting setir menutup tempat produksi dengan beralih pada sektor usaha lain, produksi genting di Jepara masih cukup menjanjikan dengan beberapa produsen yang masih bertahan.

Sebagian produsen skala kecil hingga skala besar juga masih ada di tiga kecamatan tersebut.

Keberadaan mereka masih terlihat melalui kepulan asap yang membumbung tinggi setiap kali proses pembakaran berlangsung. Menandakan bahwa produksi genting di Kota Ukir masih hidup.

Para perajin genting di Kecamatan Mayong, Nalumsari, dan Welahan siap menyambut program "Gentingisasi" yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menyambut secercah harapan agar permintaan genting meningkat dengan harga jual yang terdongkrak mendukung ekonomi kerakyatan yang lebih maju.

Satu di antara perajin genting asal Dusun Jatisari, Desa Gemiring, Kecamatan Nalumsari yang masih bertahan adalah Saifudin (51).

Dari seratusan perajin genting yang ada di Desa Gemiring, kini tersisa 20-an produsen genting yang masih bertahan.

Saifudin sendiri tercatat sudah 33 tahun menjadi perajin genting. Produksi gentingnya berskala menengah ke bawah mengandalkan dua pekerja dengan kemampuan produksi 450-500 biji per hari.

Meski demikian, produksi genting milik Saifudin masih bertahan dengan lika-liku perjuangannya. Sementara beberapa tempat produksi genting skala rumahan di dusun tersebut sudah banyak yang gulung tikar.

Saifudin sendiri memilih bertahan agar produsen genting di wilayah Gemiring, Kecamatan Nalumsari tetap hidup.

Dengan hanya mengandalkan satu alat pencetak genting, dia hanya mempekerjakan satu karyawan sebagai tenaga pencetak, dibantu dirinya sebagai tenaga penjemuran hingga pembakaran.

Kemampuan produksinya pun masih terbatas. Dengan memperhatikan jumlah permintaan yang disesuaikan dengan jumlah karyawan.

"Saat ini permintaan ya biasa-biasa saja. Permintaannya kecil, kemampuan produksinya juga tidak banyak. Mau produksi banyak, takutnya nanti permintaan enggak ramai. Jadi bertahan seperti saat ini saja," terang dia, Minggu (19/4/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved