Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Bandara Ngloram Blora Operasional Perdana 29 Oktober dengan Rute Halim-Cepu

Bupati Blora Arief Rohman menggelar rapat koordinasi kesiapan operasional penerbangan Bandara Ngloram Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (12/10/2021).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Prokompim Kabupaten Blora
Bupati Blora Arief Rohman menggelar rapat koordinasi kesiapan operasional penerbangan Bandara Ngloram Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Arief Rohman menggelar rapat koordinasi kesiapan operasional penerbangan Bandara Ngloram Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (12/10/2021).

Rapat yang berlangsung di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora ini diikuti Forkopimda, Kepala Bandara Ngloram, Senior Manager Citilink, Sekda, dan seluruh stakeholder terkait.

Arief mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya telah bertemu dengan Direktur Citilink di Jakarta.

Mereka bersepakat membuka penerbangan di Bandara Ngloram pada 29 Oktober 2021.

“Oleh sebab itu hari ini kita laksanakan rapat untuk koordinasi bersama, apa saja yang harus disiapkan agar penerbangan perdana nanti bisa berjalan lancar. Apalagi Pak Sesditjen Perhubungan Udara juga memberikan arahan agar penerbangan bisa dibuka sebelum diresmikan," ucap dia sesuai rilis yang diterima Tribunjateng.com.

"Insyaa Allah (Bandara Ngloram) akan diresmikan Presiden pada akhir November atau Desember nanti,” tambah Arief.

Dia menyebut, pihaknya ingin memastikan kesiapan bandara dan maskapai Citilink dalam mempersiapkan penerbangan perdana ini.

“Kemarin kami usulkan penerbangan bisa dibuka seminggu dua kali, yakni Senin dan Jumat. Rutenya Cepu-Halim (Perdanakusuma) PP (Pulang Pergi). Kebetulan Komandan Lanud Halim asli Blora, sehingga beliau sangat mendukung. Nanti kita minta pihak Citilink untuk bersurat ke Danlanud untuk mengajuan izinnya agar segera diproses,” papar Arief.

Terkait harga tiket, bupati yang akrab disapa Mas Arief ini memberi masukan agar nominalnya tidak sampai Rp 1 juta.

“Di sini sudah ada kereta api dan bus malam, sehingga kita minta nanti harganya bisa disepakati jangan terlalu mahal. Batas amannya jangan sampai satu juta, kisaran delapan ratus hingga sembilan ratusan saya kira masih masuk,” kata dia.

Arief juga meminta agar di bandara disediakan moda transportasi penghubung menuju Blora atau daerah sekitar.

“Terkait shuttle atau moda transportasi penghubung bandara nanti saya harap bisa melibatkan BUMD. Agar BUMD bisa ikut mengelola usaha transportasi yang mendukung operasional bandara. Selain itu, kita juga berharap PT KAI bisa mewujudkan intermodal transportasi kereta dengan bandara yang letaknya berdampingan,” tutur dia.

Arief menjamin ketersediaan penumpang dalam pembukaan penerbangan nanti. Bahkan ia yakin penerbangan akan selalu penuh.

“Setiap bulan banyak orang dari berbagai wilayah Indonesia yang mengikuti Diklat Migas di Cepu. Diaspora juga sudah banyak yang tanya. Kita juga ajak kabupaten sekitar seperti Bojonegoro, Tuban, Rembang, Ngawi, hingga Grobogan untuk memanfaatkan keberadaan bandara ini. Teman-teman Kementerian juga sudah kita lobi agar bisa melaksanakan meeting di Cepu, Blora sambil berwisata. In syaa Allah penumpang akan tercukupi,” tandas dia di hadapan peserta rapat.

Sementara, Senior Manager Citilink, Rahmakika Rahardiasari, menyatakan siap mendukung pembukaan penerbangan pada akhir Oktober nanti.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved