Breaking News:

Fokus

Fokus : Jateng Konsisten Menurun di PON?

PON XX Papua tahun 2021 baru memasuki hari ketiga, tepatnya tanggal 5 Oktober 2021 lalu saat sejumlah media online menurunkan judul pemain basket

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
tribun jateng
wartawan tribun jateng, muslimah 

Oleh Muslimah

Wartawan Tribun Jateng

PON XX Papua tahun 2021 baru memasuki hari ketiga, tepatnya tanggal 5 Oktober 2021 lalu saat sejumlah media online menurunkan judul pemain basket putri Jateng menangis. Sebabnya, tim harus tersingkir dini dari gelaran pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Tim Basket Putri Jateng terjungkal di penyisihan pool dengan torehan tidak pernah meraih kemenangan, kalah dari Jabar, Bali dan Jatim.

Padahal sebagai juara bertahan, para pemain datang ke Papua dengan penuh harapan yakni mendapat kalungan medali emas PON sebagai lambang prestasi tertinggi olahraga di Indonesia.

Tapi itulah permainan. Kekalahan harus diterima dengan lapang dada. Tim basket putri pulang dengan kepala tertunduk. Namun yang harus diingat semua ini belum berakhir karena PON adalah ajang berulang. Kekalahan periode ini harus dijadikan pelajaran untuk perbaikan pada PON 2024 di Sumut. Tim harus bangkit, menambal kekurangan sekaligus memoles kelebihan untuk kemudian meraih prestasi.

Secara keseluruhan, sampai Selasa (12/10) kemarin, Kontingen Jateng di PON menempati posisi kelima dengan perolehan 20 Emas, 35 Perak, dan 44 Perunggu. Tampaknya akan sulit bagi Jateng mengejar Papua di peringkat keempat karena selisih medali yang terlalu Jauh (Papua saat ini mengantongi 68 medali emas). Jateng sulit mengejar karena cabang olahraga yang dipertandingan sudah menipis jelang penutupan PON 15 Oktober nanti.

Justru, Jateng harus waspada jangan sampai ditelikung daerah yang menempati posisi di bawahnya yakni Bali di peringkat keenam dengan 19 Emas dan Riau posisi ketujuh dengan 16 emas.

Jika nanti Jateng tetap menempati posisi kelima PON, itu merupakan penurunan prestasi karena lima tahun lalu di Jabar, daerah ini finis urutan keempat. Kalau dilihat lebih mundur ke belakang, prestasi PON Jateng memang berkutat antara posisi keempat dan kelima. Sangat sulit menembus tiga besar yang biasanya menjadi milik tiga provinsi yakni Jabar, DKI dan Jatim.

Ada catatan khusus dalam perolehan medali Jateng dalam beberapa penyelenggaraan PON terakhir yakni perolehan emas daerah ini konsisten menurun. PON 2004 Jateng pulang dengan 56 emas, empat tahun kemudian di PON 2008 Jateng meraih 52 emas. Lalu di tahun 2012 dan 2016, Jateng masing-masing meraih 47 emas dan 32 emas.

Selain itu suplai atlet Jateng di cabang olahraga populer juga menurun. Sebagai misal cabang renang dan atletik. Beberapa tahun lalu, Jateng dikenal gudangnya pelari jarak jauh. Namun di PON kali ini tidak ada nama yang muncul. Padahal cabang olahraga seperti atletik dan renang sangat potensial karena seorang atlet saja bisa meraih lebih dari satu medali.

Sejumlah cabang lain yang dulu menjadi lumbung medali emas Jateng juga mengalami penurunan. Beruntung ada kejutan dari muaythai yang baru kali ini dipertandingkan di PON. Cabang ini meraih empat emas, sama seperti torehan taekwondo.

Pertanyaan besarnya adalah kenapa bisa demikian? Kita tentu sepakat perolehan medali PON bukan satu-satunya tolak ukur sukses pembinaan olahraga sebuah daerah. Apalagi dalam setiap event termasuk PON selalu ada faktor X.

Mulai dari drama perpindahan atlet jelang PON hingga drama saat pertandingan berlangsung. Meski demikian kita juga sepakat bahwa medali emas PON adalah lambang puncak prestasi olahraga di Indonesia. Mengoleksinya sebanyak mungkin menjadi bukti nyata sukses pembinaan.

Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi KONI Jateng selaku induk organisasi olahraga di daerah ini. Kita percaya KONI sudah punya perhitungan untuk langkah selanjutnya agar prestasi atlet Jateng tetap berkibar. Tak lupa terima kasih kepada para atlet, pelatih, ofisial dan para pengurus atas perjuangannya untuk Jateng. Salam Olahraga!. (*)

Baca juga: Cristiano Ronaldo Cetak 3 Gol Dalam 6 Menit, Sayangnya Ada yang Tak Dikehendaki Wasit

Baca juga: Update Klasemen Perolehan Medali PON Papua, Posisi Jateng Rawan Digeser Bali dan Kaltim

Baca juga: Pelatih Baru PSIS Semarang Ian Andrew Gillan Sudah Tahu Kelemahan Persik Kediri

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 6 SD Halaman 53 54 55 58 59 Tema 7

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved