Unsoed Purwokerto
Mahasiswa Unsoed Purwokerto Bahas Optimalisasi Energi Baru Terbarukan
Energi Baru Terbarukan menarik minat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto untuk terus dikaji.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Energi Baru Terbarukan menarik minat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk terus dikaji.
Para mahasiswa tersebut tergabung dalam Society Renewable of Energy (SRE) Fakultas Teknik Unsoed.
SRE merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bertujuan mendorong minat mahasiswa dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.
Selain itu SRE juga dapat dijadikan wadah untuk pengembangan daya inovasi, bertukar gagasan serta membangun jejaring untuk meningkatkan kualitas diri.
Sabtu (16/10/2021), SRE Unsoed menyelenggarakan webinar dengan tema “Optimalisasi Energi Baru Terbarukan”.
Webinar menghadirkan dua pembicara yaitu Yogi Ramadhani, S.T., M.Eng., Dosen Teknik Elektro Unsoed sekaligus Pembina SRE/ Pegiat EBT, dan Bernadeta Eka Naftalin, Ketua SRE Universitas Diponegoro, yang juga giat berpartisipasi dalam PKM DIKTI.
Webinar ini merupakan salah satu kegiatan seputar EBT yang dilaksanakan oleh SRE.
Pada webinar ini juga dibagikan cara membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa, sekaligus memberikan edukasi bagi partisipannya tentang pemanfaatan EBT.
Pada sesi pertama Yogi Ramadhani, S.T., M.Eng., memaparkan tentang potensi EBT di Indonesia, dan prinsip dasar dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Disampaikannya bahwa Indonesia kaya akan potensi EBT, dengan potensi energi surya adalah potensi yang terbesar.
Selain itu, pemerintah pun menargetkan bauran EBT mencapai 23% pada tahun 2025.
“Dengan demikian tentu banyak potensi yang dapat dijadikan subyek kegiatan PKM di bidang EBT”, ungkap Yogi.
Selanjutnya Bernadeta Eka Naftalin berbagi pengalaman tentang PKM, bagaimana cara menyusun proposal yang baik dan juga jenis-jenis PKM yaitu PKM 5 Bidang, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK), PKM Artikel Ilmiah (AI) dan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT).
Di kesempatan ini, Bernadeta pun memaparkan strategi jitu bagaimana memilih jenis PKM yang tepat dan bagaimana strategi supaya PKM yang diajukan dapat lolos dan disetujui.
Di akhir acara, Ketua SRE Unsoed mengatakan bahwa organisasinya ingin mahasiswa Unsoed, terutama yang tergabung di SRE, memiliki kepedulian dan sadar akan pemanfaatan EBT dan dapat menuangkan idenya dalam proposal program kreatifitas mahasiswa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta webinar dengan narasumber.(*)