Telkom University Purwokerto
Mahasiswa Telkom University Purwokerto Lolos Pendanaan PKM-GFT 2025 dengan Gagasan QEAN
Prestasi Membanggakan kembali ditorehkan oleh tim PKM Insentif mahasiswa Telkom University Purwokerto.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Prestasi Membanggakan kembali ditorehkan oleh tim PKM Insentif mahasiswa Telkom University Purwokerto.
Kali ini, sekelompok mahasiswa menghadirkan sebuah gagasan berjudul “QEAN(Quantum Eco-Agro Nexus), sistem pertanian cerdas yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN)”.
Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan sebuah riset dan inovasi yang diselenggarakan langsung dibawah naungan kemendikbudristek.
Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menuangkan ide kreatif, inovatif, dan aplikatif guna menjawab tantangan nyata di masyarakat.
PKM ini dikelompokkan menjadi 2 skema yang terdiri dari PKM skema pendanaan dan PKM skema insentif.
PKM skema pendanaan terdiri dari 8 bidang PKM, yaitu PKM-RE, PKM-RSH, PKM-K, PKM-PM, PKM-PI, PKM-KC, PKM-KI, dan PKM-VGK. Sedangkan PKM insentif terdiri dari 2 bidang PKM, yaitu PKM-GFT dan PKM-AI.
Tim yang diketuai oleh Muhammad Roekhan beranggotakan Azmi Mufaroha, Faizal Burhani Ulil, Karina Suwandi (S1 Teknik Biomedis), serta Putri Nurul Hildayati (S1 Teknik Elektro).
Baca juga: Tim Scoby-Do Telkom University Ciptakan Artificial Skin dari Limbah Teh Basi
Di bawah bimbingan dosen muda berprestasi, Halim Qista Karima, S.T., M.Sc.
“Saat pengumuman tiba dan dinyatakan sebagai satu-satunya judul yang lolos dari kampus saya dalam kategori insentif, saya makin bersyukur dan kagum atas kerja keras tim yang telah dilakukan, ini menjadi harapan besar agar tetap terus dijaga hingga ke tahap berikutnya” ucap reyhan.
Pembangunan IKN bukan sekedar pemindahan ibu kota, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dengan banyaknya kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat, akan tetapi kapasitas produksi lokal masih sangat terbatas.
Disini QEAN hadir sebagai solusi nyata dengan prinsip teknologi dan ekologi untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Inovasi ini menggabungkan teknologi kuantum, irigasi presisi, dan prinsip ekologi.
Dengan analisis data secara cepat dan akurat, petani bisa memprediksi pola curah hujan, kesuburan tanah, hingga waktu tanam yang optimal.
Selain itu, QEAN menerapkan konsep urban farming dan agroforestry yang mendukung produksi pangan di kota, menjaga ekosistem serta biodiversitas.
Sehingga sistem ini mampu memprediksi kebutuhan lahan, pupuk, dan waktu tanam yang ideal, sehingga angka risiko gagal panen dapat ditekan.
Baca juga: Mahasiswa S1 Sains Data Telkom University Perluas Wawasan Global Lewat Kuliah Tamu Internasional
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.