Berita Blora
Di Blora, Mahasiswa IAIN Pekalongan Dampingi Perencanaan Pembangunan Desa dengan SID
IAIN Pekalongan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Sistem Informasi Desa (SID).
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - IAIN Pekalongan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Sistem Informasi Desa (SID).
Pilot project program ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Banjarejo, Blora, Jawa Tengah sebagai lokasi KKN.
Pelaksanaan kegiatan dengan tema Menuju Sidomulyo Satu Data ini dimulai 6 September sampai 20 Oktober 2021. Kemudian dilanjutkan tim KKN baru sampai program SID terselesaikan.
Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan tim ahli dari dosen serta tim pemuda Desa Sidomulyo.
Sebagaimana keterangan tertulis ke Tribunjateng.com, Rabu (20/10/2021), Kepala Desa Sidomulyo, Suyatman berterima kasih karena program ini berguna dalam memenuhi amanat UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
“Kami berterima kasih karena SID sangat berguna dan bermanfaat dalam pendataan langsung ke warga kami, sehingga perencanaan program desa kedepan berbasis data yang akurat, harapannya kebijakan bisa lebih tepat sasaran,” kata Suyatman.
Dalam pembuatan Sistem Informasi Desa ini mencakup banyak proses.
Mulai dari pembahasan dan penandatanganan draft MoU dengan pihak-pihak terkait, rencana implementasi, workshop desain program, kajian awal dan penetapan calon desa terpilih, workshop desain pelatihan tri dharma, koordinasi dengan bupati, camat dan kepala desa.
Kemudian rekrutmen dan seleksi tim relawan, pengadaan posco dan fasilitasnya, integrasi sosial, PAR Camping, PM camping, PT camping, workshop indikator, pelatihan teknis, perencanaan tim, penggalian data, tracking, peta sebaran (sket), ploting, penempelan ID, pemotretan, wawancara, inputing data, validasi data, sistem data base, sistem informasi dan analisis data.
Dosen FEBI IAIN Pekalongan Tsalis Syaifuddin, mengungkapkan, masyarakat perlu menguasai desanya, memahami ruang kehidupan, masalah, potensi dan kekuatannya.
Untuk memahami ruang kehidupan, pemerintah desa perlu melakukan mapping geo spasial dan geo sosial.
“Perencanaan pembangunan desa akan efektif bila berbasis data riset mengenai ruang geografis dan kehidupan di desanya,” katanya.
Pada pelaksanaan tracking batas wilayah baik wilayah RT maupun desa, pihak tim desa didampingi dan diajari mengenai teknik pemetaan spasial.
Seperti penggunaan GPS yang digunakan untuk menentukan batas wilayah yang bersinggungan dengan wilayah lain secara akurat, didukung oleh maps dan koordinat satelit.
Untuk tracking batas RT yang berjumlah 7 RT dilakukan selama 4 hari, sementara untuk tracking batas wilayah Desa Sidomulyo yang berbatasan dengan Desa Sumberagung, Desa Mojowetan, Desa Balongsari, dan Desa Klopoduwur diperkirakan selesai selama 3 hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kkn-iain-pekalongan-program-sid-di-desa-sidomulyo-banjarejo-blora.jpg)