Breaking News:

Berita Batang

Pemkab Batang Bentuk Tim Khusus Vaksinasi, 7 Kecamatan Jadi Sasaran Percepatan

Pemkab Batang terus berupaya menggenjot capaian vaksinasi dengan melakukan percepatan. Bupati Batang Wihaji pun membentuk tim vaksinasi khusus untuk

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji bersama OPD menggelar Rakor Percepatan Vaksinasi Covid-19, di ruang Abirawa, Kantor Bupati Kabupaten Batang, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemkab Batang terus berupaya menggenjot capaian vaksinasi dengan melakukan percepatan.

Bupati Batang Wihaji pun membentuk tim vaksinasi khusus untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Tim tersebut terdiri dari RSUD Batang, RSUD Limpung, Dokkes Polres Batang, Klinik Kartika Pratama-36 dan RS QIM yang langsung terjun hingga ke tingkat desa.

Terdapat tujuh kecamatan yang akan menjadi prioritas sasaran, karena dinilai kurang maksimal dalam capaian vaksinasi.

Diantaranya Kecamatan Wonotunggal, Tersono, Bandar, Bawang, Subah Warungasem dan Kandeman.

Bupati Wihaji mengatakan nantiya tim vaksinsi akan melakukan jemput bola hingga ke desa.

“Mereka akan melakukan jemput bola ke lapangan dengan menentukan titik-titiknya, untuk mbilisasinya akan dibantu dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tutur Bupati Batang Wihaji usai menggelar Rakor Percepatan Vaksinasi Covid-19, di ruang Abirawa, Kantor Bupati Kabupaten Batang, Selasa (19/10/2021).

Wihaji menjelaskan saat ini capaian vaksinasi dari ketujuh kecamatan tersebut masih dibawah 20 persen.

Sedangkan Pemkab Batang menargetkan 50 persen selama sepekan.

“Capaian vaksinasi Lanjut usia (Lansia) masih 25 persen, targetnya 40 persen, dan umum 33 persen targetnya 50 persen,” terangnya.

Meski begitu, Wihaji optimis hingga akhir Oktober mendatang target capaian vaksinasi dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Didit Wisnuhardanto menambahkan capaian vaksinasi di Kabupaten Batang masih 33 persen atau setara dengan 200 ribu penduduk dari yang ditargetkan 622.259 sasaran.

“Stok vaksin masih 31 ribu yang didominasi jenis AstraZeneca, itu masih akan ditambah 6 ribu vial, yang diperkirakan untuk memenuhi target vaksinasi hingga 50 persen," ujarnya.

Dinkes saat ini memfokuskan vaksinasi menggunakan jenis AstraZeneca yang diakui memiliki jeda untuk vaksin kedua hingga tiga bulan, sedangkan Sinovac hanya 28 hari.

“Bisa juga dengan memanfaatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menarik minat masyarakat supaya bersedia divaksinasi,” pungkasnya.(din/nur huda)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved