Breaking News:

ShopeePay

Banting Setir, Atlet Bulutangkis Jadi Pemilik Warung Gongso yang Mendulang Sukses

Salah satu bisnis yang berkomitmen untuk melakukan ini adalah Warung Gongso asli Kota Solo. 

Editor: Editor Bisnis
IST
Warung Gongso asli Kota Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Situasi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini telah memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor dan aspek kehidupan, salah satunya terhadap industri bisnis kuliner.

Tidak diketahui jumlah orang yang harus kehilangan pekerjaan, namun di saat yang bersamaan ada sejumlah bisnis yang berusaha dan berinovasi untuk tetap mempertahankan karyawannya, bahkan menciptakan lapangan kerja baru untuk orang-orang yang terdampak dan kurang beruntung tersebut.

Salah satu bisnis yang berkomitmen untuk melakukan ini adalah Warung Gongso asli Kota Solo. 

Bisnis kuliner Indonesia ini didirikan di bulan September tahun 2014 oleh Dhaka Yudha Sakti yang dulunya merupakan seorang atlet Bulutangkis.

Warung Gongso merupakan usaha yang idenya datang dari kegemaran keluarga terhadap resep menu makanan yang dimasak dengan cara digongso yang kemudian menjadi bisnis yang semakin berkembang pesat.

“Berawal dari keinginan untuk membagikan kehangatan dari resep asli masakan rumahan ala ibu saya, saya memberanikan diri membuka usaha rumah makan bernama Warung Gongso. Prosesnya cukup panjang untuk memperkenalkan kuliner khas Warung Gongso ke masyarakat luas, namun strategi yang saya lakukan ternyata tepat sehingga kini Warung Gongso sudah memiliki 7 cabang di kota Solo dan Surabaya,” ujar Dhaka.

Selama tujuh tahun hadir di industri kuliner Indonesia, pastinya ada berbagai tantangan yang dihadapi.

Mulai dari persaingan dengan sesama pelaku UMKM di bidang kuliner, perjuangan untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat luas, hingga strategi dalam mempertahankan bisnis saat pandemi melanda.

Dengan pengalaman bertahun-tahun dari menjalani bisnis Warung Gongso, menurut Dhaka terdapat empat hal yang patut diperhatikan pemilik usaha untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Keempat hal tersebut adalah:

Tidak harus selalu fokus cari keuntungan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved