Berita Nasional

Buruh yang Nyaris Gabung Sebut NII Sulit Dideteksi Aparat: Mereka Itu Bunglon

Seorang buruh diselamatkan dari jeratan kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII).

Tribun Maluku
Ilustrasi Radikalisme 

Beruntung buruh tersebut mendapatkan sebuah informasi dari Ken Setiawan, mengenai bahaya kelompok radikal NII.

"Setelah mendapatkan jawaban dari NII Crisis Center, buruh itu akhirnya minta bertemu dengan tim NII Crisis Center.

Setelah ketemu baru dia semakin yakin bahwa apa yang di lakoni adalah salah dan harus ditinggalkan," kenang Ken.

Korban NII Dimiskinkan Atas Nama Infak

Ken mengungkapkan, apa yang dialami buruh yang nyaris bergabung dengan NII itu benar-benar memprihatinkan.

Menurut Ken, buruh itu dipaksa memberi uang untuk mendukung program NII, menggunakan mekanisme infak.

"Korban NII itu akan dimiskinkan hartanya atas nama infak.

Dirusak akhlaknya, yang tadinya anak baik tiba tida mengkafirkan semua orang termasuk orang tua, dan yang paling jahat adalah dihancurkan masa depanya," papar Ken.

Menurut petugas yang diselamatkan Ken, jumlah jemaah haji NII sudah mencapai ratusan di Kota Bandar Lampung.

Jumlah itu berisikan kalangan palajar dan mahasiswa, bahkan ada oknum dosen di salah satu kampus di Bandar Lampung.

Melalui Ken, buruh mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan keberadaan kelompok radikal NII.

"Sebab mereka bisa saja ada di sekitar kita karena mereka itu bunglon, tidak punya ciri ciri fisik secara khusus.

Bahkan aparat pun mungkin saja tidak mendeteksi mereka karena mereka membaur dengan masyarakat," kata Ken, menyampaikan pesan buruh tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kesaksian Buruh Yang Nyaris Ditarik NII, Sebut Mirip Bunglon dan Sulit Dideteksi Aparat

Baca juga: Warga Terpapar Paham NII Tersebar di Sejumlah Kecamatan di Garut, MUI: Lebih Berbahaya dari ISIS

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved