Breaking News:

Transportasi

Penumpang Kategori Anak Boleh Naik Pesawat: Bawa Kartu Keluarga

Anak usia dibawa 12 tahun telah diperbolehkan naik pesawat dari maupun menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.

TRIBUN JATENG
Seorang penumpang yang hendak naik pesawat melintasi ruang pelayanan penerbangan di bandara Ahmad Yani Semarang. Nampak di dalamnya banyak calon penumpang melakukan proses refund tiket pesawat. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Anak usia dibawa 12 tahun telah diperbolehkan naik pesawat dari maupun menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.

Kebijakan tersebut  dikeluarkan setelah adanya Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Selain itu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Nomor SE 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Stakeholder Relation Manager, Heri Trisno Wibowo mengatakan hal yang membedakan antara peraturan baru dengan peraturan sebelumnya adalah diberlakukannya dokumen kesehatan bebas covid-19 hanya dengan RT-PCR.

"Selain itu  pada peraturan tersebut anak usia di bawah 12 tahun sudah diperbolehkan untuk melakukan perjalanan dengan syarat didampingi oleh orang tua atau keluarga yang dibuktikan dengan kartu keluarga, serta memenuhi persyaratan tes covid-19," jelasnya, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, sesuai dengan peraturan yang berlaku mulai tanggal 24 Oktober 2021 mendatang, para pelaku perjalanan dari dan menuju Kota Semarang wajib memenuhi persyaratan  menggunakan aplikasi PeduliLindungi, menunjukan sertifikat vaksinasi covid-19 minimal dosis pertama, menunjukan hasil negatif RT- PCR dengan masa berlaku 2 x 24 jam, dan mengisi Electronic Health Alert Card (e-HAC) Indonesia pada bandara keberangkatan.

"Kewajiban menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 (dua belas) tahun," tuturnya.

Dikatakannya, kartu vaksin juga tidak diwajibkan  pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid.

Kondisi itu menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, .

"Hal ini harus dibuktikkan dengan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19," jelasnya.

Ia berharap adanya peraturan baru masyarakat bisa mengikuti aturan tersebut.

Selain itu masyarakat dihimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan. 

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved