Breaking News:

Berita Regional

Polisi Gerebek Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Ditangkap

Polisi menggerebek sebuah kantor jasa penagihan pinjaman online atau pinjol di Kota baru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (19/10/2021).

Think Stock
Ilustrasi penangkapan 

TRIBUNJATENG.COM - Polisi menggerebek sebuah kantor jasa penagihan pinjaman online atau pinjol di Kota baru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (19/10/2021).

Sebanyak 40 orang diduga debt collector pinjol diamankan aparat Polres Kotabaru.

Penggerebekan itu dilakukan polisi di sebuah rumah berlantai tiga di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara yang diduga disewa oleh kantor jasa penagihan pinjol.

Baca juga: Kominfo Blokir 151 Pinjol Ilegal 2021, Berikut Daftarnya

"Jadi saya tekankan mereka ini bukan perusahaan pinjol, tapi jasa penagihan yang bekerja sama dengan perusahaan pinjol," ujar Kapolres Kotabaru AKBP Gafur Aditya Harisada Siregar dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/10/2021) malam.

WNA diamankan

Aditya menjelaskan, penggerebekan berawal dari laporan kecurigaan warga soal akivitas mencurigakan di rumah itu.

Setelah informasi itu ditindaklanjuti, aparat melakukan penggerebekan.

Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan sejumlah baranng bukti berupa laptop, komputer dan ponsel.

Selain itu, ada seorang WNA yang turut diamankan.

WNA itu, kata Aditya, diduga merupakan konsultan perusahaan pinjol.

Polisi saat ini masih mendalami keterangan dan belum ada penetapan status tersangka.

Namun demikian, kata Aditya, untuk sementara pasal yang akan dikenakan yaitu pasal 48 junto pasal 32 UU ITE dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara dan denda Rp 5 Miliar.

"Yang isinya orang tersebut dilarang mendistribusikan, mentransmisikan atau memberikan kepada orang lain tanpa hak," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penggerebekan Kantor "Debt Collector" Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan "

Baca juga: Mahfud MD: Korban Pinjol Ilegal Tak Perlu Bayar Cicilan Lagi meski Ditagih

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved