Berita Video
Video Longsor di Mlaya Banjarnegara Satu Balita Meninggal Dunia
Bencana tanah longsor Kamis sore (21/10/2021), masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban
Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Berikut ini video longsor di Mlaya Banjarnegara satu balita meninggal dunia.
Bencana tanah longsor Kamis sore (21/10/2021), masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Miswanto (56), ayah Gilang Angga Saputra (3) yang meninggal akibat kejadian itu masih lemas di rumahnya.
Lelaki itu tak henti menangis, meski sejumlah warga berusaha terus menenangkan.
Gilang telah disemayamkan, namun kesedihan keluarga masih tertinggal.
Kegaduhan suara bocah bermain di dalam rumah itu kini tak lagi ada, berubah jeritan tangis orang tua.
Jumat pagi (22/10/2021), warga masih ramai melayat ke rumah duka.
Afiyati (23), kakak Gilang yang juga menjadi korban dalam insiden itu masih merasa kehilangan.
Terlebih ia lah yang terakhir bersama adiknya sebelum meninggal.
Perasaan siapa yang tak hancur, ketika menyaksikan adiknya tertimbun longsor, namun ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan.
Evi, panggilannya, memeluk adiknya tidur saat hujan besar, sebelum kejadian. Suara petir menggelegar. Kamar tempat mereka tidur berada persis di bawah tebing.
Dinding ruangan itu mepet dengan dinding tebing yang di atasnya ada jalan dan saluran. Air hujan memenuhi saluran hingga meluber ke jalan.
Mereka masih terlelap meski ada ancaman. Petaka itu datang tanpa memberi kesempatan mereka mencari pertolongan.
Material tebing yang runtuh langsung mengenai rumah. Dinding GRC yang rapuh jelas tak mampu menahan lajunya longsor.
Longsoran itu leluasa masuk ke kamar yang di dalamnya ada bocah terlelap. Gilang seketika tertimbun. Nyawanya tak terselamatkan.