Kekerasan Seksual

Kombes Sumy Hastry Tuntaskan Buku Kekerasan Seksual Perempuan: Sesuai Pengalaman

Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti meluncurkan buku bertajuk kekerasan seksual pada perempuan : Solusi Integratif dari Forensik Klinik.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Polda Jateng
Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Sumy Hastry Purwanti saat memaparkan isi bukunya bertajuk kekerasan seksual pada perempuan : Solusi Integratif dari Forensik Klinik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti meluncurkan buku bertajuk kekerasan seksual pada perempuan : Solusi Integratif dari Forensik Klinik.

Buku tersebut merupakan intisari dari pengalamannya menangani kekerasan seksual di Forensik Klinik RS Bhayangkara Semarang.

Buku dibagi menjadi tiga bab, pertama bagian perempuan sebagai korban, perempuan sebagai pelaku, dan penangan perempuan sebagai korban.

Buku tersebut juga hasil dari kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional pertama tahun lalu di Jakarta yang ia ikuti. 

"Ada beberapa pemikiran di buku ini yang saya tumpahkan di tulisan saat kena Covid-19 pada Juni 2021 lalu," katanya di Youtube Biddokes Polda Jateng,di akses, Minggu (24/10/2021).

Ia menyebut, buku tersebut hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat terkait permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Bab 1 terdiri dari berbagai pembahasan seperti mengapa perempuan menjadi korban.

Rumah tak bisa melindungi perempuan, kekerasan ekonomi makin biasa terjadi dan lainnya.

Di bab tersebut menyoroti selama pandemi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak semakin meningkat.

Peningkatan kekerasan kepada perempuan selama pandemi meningkat 60 persen. 

Di Froklin RS Bhanyangkara saja, selama November 2020 hingga saat ini telah menangani 195 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.

"Jadi rata-rata tiap bulan ada 20 kasus. Kan luar biasa, itu baru di rumah sakit sini. Belum di tempat lain atau bisa saja korban tak melapor," paparnya. 

Bab 2, lanjutnya, membahas perempuan sebagai pelaku. Di bab itu membahas topik perempuan lembut tapi membunuh, remaja putri kian beringas, dan perempuan di lingkaran teroris. 

"Ada beberapa kasus mutilasi bahkan aksi terorisme juga melibatkan perempuan sebagai pelaku," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved