Breaking News:

Pinjaman Online

Pengakuan Karyawan Pinjaman Online yang Sebabkan Ibu di Wonogiri Bunuh Diri, Digaji Rp 15 Juta

Karyawan pinjaman online yang ditangkap polisi mengaku mendapat gaji Rp 15 hingga 20 juta.

Editor: rival al manaf
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
HH (35) yang juga komplotan pinjol ilegal yang teror Ibu di Wonogiri hingga bunuh diri bercerita awal mula bekerja di perusahaan pinjol ilegal. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Karyawan pinjaman online yang ditangkap polisi mengaku mendapat gaji Rp 15 hingga 20 juta.

Tugasnya adalah menyebar SMS teror penagihan ke berbagai nomor mereka yang mengutang.

Konten pesan teror bukan dari karyawan, sehingga mereka hanya meneruskan saja.

Baca juga: Cerita Korban Pinjol Semarang Utang Rp 4 Juta Bengkak Jadi Rp 38 Juta: Saya Kapok

Baca juga: BERITA LENGKAP : IRT di Wonogiri Gantung Diri Terjerat Utang Pinjol, Ini Pengakuan Pelaku Teror

Baca juga: Joko: Jangan Hanya Teror Penagih Pinjol Ilegal Disorot Tapi Penagihan Pinjol Legal pun Perlu Diawasi

Korbannya adalah WPS, seorang ibu rumah tangga di Desa Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah mengakhiri hidupnya pada Sabtu (21/10/2021) siang.

Sebelum bunuh diri, WPS sempat menulis surat kepada suaminya.

Ia mengaku memiliki pinjaman di 25 aplikasi pinjaman online dengan total mencapai Rp 51,3 juta.

Salah satu pinjol ilegal yang melakukan teror pada WPS adalah Fulus Mujur.

Hal tersebut terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggerebek 5 wilayah di sekitar Jakarta.

Polisi mengamankan 7 orang termasuk JS, warga negara China yang diduga sebagai bos pinjaman online.

Serta Ketua KSP Solusi Andalan Bersama yakni MDS dan rekannya, SR.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved