Breaking News:

Berita Kudus

Bea Cukai Kudus Gagal Peredaran 148.000 Batang Rokok Ilegal

Gencarnya operasi 'Gempur Rokok Ilegal' yang dilaksanakan Bea Cukai Kudus, telah berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal dengan berbagai modus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: galih permadi
Dok Bea Cukai Kudus
Mobil pengangkut rokok ilegal yang melintas di Jalan Bakti, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudu‎s, dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Gencarnya operasi 'Gempur Rokok Ilegal' yang dilaksanakan Bea Cukai Kudus, telah berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal dengan berbagai modus.

Sosialisasi pemberantasan rokok ilegal melalui berbagai cara dan sarana juga telah dilaksanakan secara masif dengan tujuan untuk menurunkan dan memberantas peredaran rokok ilegal. 

Namun tak dapat  dipungkiri masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sadar supaya berhenti mengedarkan rokok ilegal. 

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus, Dwi Prasetyo Rini ‎menyampaikan asus demi kasus seakan tak jera bermunculan.

"Dari hasil kejelian analisis intelijen dan keuletan tim melakukan penyisiran Jalan Raya Kudus-Jepara, mobil barang yang ciri-cirinya telah diidentifikasi tersebut ditemukan sedang melaju di Jalan Bakti, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, hari Jumat (22/10/2021) lalu," dalam keterangannya Senin (25/10/2021).

Penindakan pun segera dilakukan dan didapati 148.000 batang rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin) tanpa dilekati pita cukai (polos) merk New Me Mild Milde dan New Me Mild Milde Silver.

"Total nilai barang haram tersebut diperkirakan Rp 150,9 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp 99,2 juta," kata dia.

Seorang sopir dan kernet berinisial AM (32) dan MFM (26) beserta seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

"Meskipun harga rokok ilegal cukup murah atau keuntungan bisnisnya dianggap menjanjikan, masyarakat diimbau untuk tidak membeli dan tidak menjual rokok ilegal karena ada ancaman sanksi pidana di sana," ujarnya.

Negara tidak melarang masyarakat memproduksi rokok selama memenuhi prosedur perizinan sesuai ketentuan dibidang cukai.

"Di antaranya mempunyai izin #NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) yang dapat diuru secara mudah dan tanpa biaya di Kantor Bea Cukai," katanya.

"Jika yang legal itu mudah, untuk apa menjalankan usaha ilegal," tambahnya.(*)

Selain merugikan negara dan menimbulkan persaingan bisnis yang tidak sehat, bisnis haram rokok ilegal juga membuat hidup tidak tenteram. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved