Berita Solo
Suksesi Pura Mangkunegaran: KRMH Roy Rahajasa Yamin Bisa Jadi Jalan Tengah
Hal itu menyusul adanya curhatan salah seorang kandidat penerus Mangkunegara IX, yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara yang m
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Suksesi pemimpin di Puro Mangkunegaran belakangan menghangat.
Hal itu menyusul adanya curhatan salah seorang kandidat penerus Mangkunegara IX, yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara yang merasa disepelekan.
Hal itu diduga adanya persaingan tidak sehat untuk menjadi penerus tahta penerus Pangeran Sambernyawa di Puro Mangkunegaran.
Curhatan Paundra di akun Instagram pribadinya @gphpaundrakarna1 ini membuat publik menduga ada persaingan yang semakin meruncing dan keras antara Paundra dan adik tirinya, Bhre sebagai Mangkunegara X.
Saat ini, publik dihadirkanadanya tiga sosok sebagai kandidat pemimpin Pura Mangkunegaran.
Pertama, GPH Paundrakarna yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan istri Sukmawati Soekarnoputri.
Kedua, GPH Bhre Cakrahutomo yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan GKP Prisca Marina.
Dan, ketiga ketiga adalah cucu Mangkunegara VIII yang juga cucu Pahlawan Nasional Moh Yamin, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Roy Rahajasa Yamin.
Belakangan ini, nama Roy memang sering disebut sebagai jalan tengah bila persaingan Paundra dan Bhre semakin keras.
Apalagi, di dalam Pura Mangkunegaran ada tradisi penerus trah Pangeran Sambernyawa bukan putra langsung, bisa juga cucu dari Mangkunegara sebelumnya.
Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Tunjung W Sutirta, saat dikonfirmasi Sabtu (23/10/2021) mengatakan cucu Mangkunegara VIII, KRMH Roy Rahajasa Yamin bisa saja tampil sebagai jalan tengah.
Apalagi dalam historis riwayat suksesi Pura Mangkunegaran sebagaimana terjadi pada saat Mangkunegara I sebelum turun tahta sudah menunjuk cucunya untuk calon penerus tahta Pura Mangkunegaran.
Memang terkait dengan pergantian kepemimpinan KGPAA Mangkunegara IX masih menjadi teka-teki.
Hal ini karena saat Paundrakarna lahir, sang ayah GPH Sudjiwo Kusumo masih berstatus sebagai pangeran.
Sementara itu, Bhre Cakrahutomo lahir dari istri berstatus permaisuri atau saat GPH Sudjiwo Kusumo telah menjadi penguasa Istana Pura Mangkunegaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pura-mangkunegaran-solo-24-20-2021.jpg)