Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed Purwokerto

Pramuka Unsoed Purwokerto Dampingi Perajin Gropak Desa Wlahar Wetan

Dampak pandemi Covid-19masih belum berakhir. Sendi-sendi kehidupan masyarakat masih terganggu, salah satunya di bidang ekonomi.

Editor: abduh imanulhaq
UNSOED
Mahasiswa Unsoed Latih Masyarakat Desa Wlahar Wetan Membuat Vertikultur Tanaman Kucai 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dampak pandemi Covid-19masih belum berakhir.

Sendi-sendi kehidupan masyarakat masih terganggu, salah satunya di bidang ekonomi.

Situasi ini membuat usaha mikro, kecil, menengah termasuk industri rumahan gropak di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas mengalami penurunan daya beli masyarakat.

Pemulihan kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Racana Soedirman, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang mewadahi kegiatan kepramukaan.

Konsep Tri Bina yang melekat dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan Racana Soedirman, yaitu Bina diri, Bina satuan dan Bina masyarakat mendorong mahasiswa dari berbagai fakultas ini untuk bergerak, memberikan sumbangsih dalam pemulihan ekonomi masyarakat.

Program pembinaan yang memiliki dimensi kemasyarakatan yang dikembangkan, adalah Bina masyarakat.

Bina masyarakat ini selaras dengan pengembangan pembelajaran yang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi saat ini yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan Bina masyarakat yang dilakukan oleh Racana Soedirman adalah Bina desa, yang tahun ini mendapatkan hibah pendanaan dalam Program Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Hibah ini diperoleh setelah melalui seleksi beberapa tahap, menyisihkan proposal dari universitas-universitas di seluruh Indonesia.

Tim PHP2D Racana Soedirman yang diketuai oleh Jannata Utswatun Khasanah, mahasiswa Fakultas Pertanian beranggotakan mahasiswa lintas fakultas dan lintas angkatan ini memilih melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan gropak di Desa Wlahar Wetan.

Gropak merupakan makanan ringan khas dari Desa Wlahar Wetan yang berbahan dasar singkong.

Jannata Utswatun Khasanah mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi para perajin, adalah sulitnya mencari bahan tambahan dalam pembuatan gropak yaitu kucai.

Produsen gropak memperoleh kucai dengan cara membeli di desa sebelah tetapi terkadang kesulitan untuk mendapatkan.

Menyiasati kondisi tersebut, Tim PHP2D Racana Soedirman membekali masyarakat dengan teknologi budidaya vertikultur untuk memproduksi kucai secara mandiri.

“Teknologi vertikultur kucai menjadi solusi, karena selama ini perajin telah mencoba menanam di lahan pekarangan tetapi terganggu oleh hama unggas, yaitu ayam,” ungkap Jannata.

Pelatihan melibatkan dosen Fakultas Pertanian Dyah Susanti, S.P., M.P. yang juga merupakan dosen pendamping sekaligus pembina UKM Pramuka Racana Soedirman sebagai narasumber pelatihan.

Alih teknologi yang dilaksanakan secara hybrid menyiasati situasi pandemi, dilanjutkan dengan praktik bersama di rumah perajin, telah berhasil dilaksanakan, dan perajin telah memanen kucai hasil budidaya vertikultur.

Permasalahan keterbatasan kapasitas produksi gropak karena masih dikerjakan secara manual serta terbatasnya pemasaran juga dihadapi oleh perajin gropak. Penjualan kepada tengkulak menyebabkan ketergantungan dan rendahnya posisi tawar khususnya dalam penentuan harga.

Penggunaan alat yang masih tradisional sehingga proses produksi membutuhkan waktu yang lebih lama.

Merespon kondisi ini, perajin gropak bersama pemuda Karang Taruna dan anggota PKK Desa Wlahar Wetan belajar bersama dalam pelatihan pengemasan dan branding produk dirangkai dengan pelatihan digital marketing.

Intervensi teknologi dalam produksi berupa mesin untuk pencetak gropak juga akan dikenalkan kepada para perajin untuk mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas produk.

Keterlibatan mahasiswa dalam mengupayakan solusi berbagai permasalahan ini merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif dalam membangun kompetensi lulusan sekaligus membangun pemulihan ekonomi masyarakat.

Program PHP2D ini juga melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaannya, diantaranya pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas serta industri, salah satunya Kemasku Packaging.

Respon positif Slamet selaku Kepala Desa Wlahar Wetan, perangkat dan antusiasme warga masyarakat terhadap inisiasi program PHP2D ini membangun keyakinan bahwa sinergi akademisi dalam hal ini mahasiswa sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat dengan berbagai pihak akan memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

Program PHP2D Racana Soedirman yang dijiwai oleh semangat Tri Bina dan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini menjadi bukti, bahwa generasi muda telah siap menjadi agen perubahan dalam perbaikan kualitas hidup pembangunan bangsa.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved