Unsoed Purwokerto
Teknik Elektro Unsoed Purwokerto Bahas Dasar Operasional Pembangkit Listrik dalam Webinar
Teknik Elektro Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menggelar webinar series, Sabtu (23/10).
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Teknik Elektro Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menggelar webinar series, Sabtu (23/10).
Webinar seri ke-4 ini berlangsung secara online menggunakan zoom meeting dengan tema “Dasar Operasional Pembangkit Listrik”.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Farida Asriani S.Si., MT. dalam sambutannya mengatakan sepanjang perjalanan Teknik Elektro dari tahun 2000 hingga saat ini, baik Indonesia Power maupun PLTU Cilacap memiliki andil yang sangat besar di dalam proses pembelajaran di Teknik Elektro Unsoed.
“Banyak mahasiswa kami yang diterima untuk magang maupun tugas akhir di Indonesia Power maupun PLTU di Cilacap”, ungkap Farida.
Ketua Jurusan mengucapkan terima kasih kepada dua institusi tersebut yang telah memberikan warna, memberikan banyak kesempatan bagi Teknik Elektro untuk terus mengembangkan diri dari sisi pembelajaran dan juga banyak memberikan pengalaman pada mahasiswa.
“Semoga dengan webinar ini akan dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada mahasiswa, tentang pembangkit tenaga listrik di lapangan yang sesungguhnya, tidak hanya secara teoritis”, harapnya.
Webinar yang dimoderator oleh Widhiatmoko HP., S.T.,M.T., menghadirkan narasumber Marpodho, S.T., QIA dari PT Indonesia Power Kantor Pusat yang bertugas di PLTU Jawa Tengah 2 Adipala OMU.
Dia menyampaikan proses produksi listrik yang mahal karena memerlukan waktu yang panjang dan teknologi tinggi.
Pusat pembangkit listrik memerlukan kira-kira dari persiapan sampai dengan beroperasi antara 38 – 54 bulan.
Secara umum pembangkit listrik terbagi menjadi tiga yaitu pusat listrik, system transmisi, dan jaringan distribusi.
Lebih lanjut dijelaskan mengenai proses operasional pembangkit yaitu start up (memastikan kenormalan sistem pelumasan & sistem pendinginan, semua katup berada dalam kondisi default, sistem proteksi / safety normal, semua alat ukur normal, putaran kritis dll).
Operasi normal (mencatat & mengawasi parameter system, & menjaga efisiensi).
Kemudian Operasi Abnormal (kondisi berpotensi trip & emergency), dan Shut Down (stop dilakukan secara bertahap).
Jenis-jenis pembangkit listri terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Air / Hidro (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal / Panas Bumi (PLTP), dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU).
Kemudian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya / Solar Cell (PLTS).
Adapun untuk parameter Kinerja Pembangkit Listrik meliputi Equivalent Availability Factor (EAF), Wquivalent Forced Outage Rate (EFOR), Sudden Outage Rate (SdOF), Capacity Factor (CF), dan Nett Plan Heat Rate (NPHR). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/narasumber-dan-moderator-webinar-dasar-operasional-pembangkit-listrik.jpg)