Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Jaga Integritas Halal, Halal Center UIN Saizu Bina Pelaku Usaha di Patikraja

Halal Center UIN Saizu latih UMKM Patikraja jaga integritas dan konsistensi produk halal.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Halal Center UIN Saizu latih UMKM Patikraja jaga integritas dan konsistensi produk halal. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk halal, Halal Center UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar pembinaan integritas halal bagi pelaku usaha di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan berlangsung di Pendopo Kesenian Kalirajut, Desa Notog, Kecamatan Patikraja.

Pembinaan ini diikuti sekitar 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Patikraja dan sekitarnya. 

Sebagian besar peserta diketahui telah memiliki sertifikat halal melalui program self declare yang difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal semakin meningkat, khususnya di tingkat UMKM.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Halal UIN Saizu, Dani Kusumastuti, serta Penyelia Halal, Irwan Saputro. 

Dalam pemaparannya, Dani Kusumastuti menekankan bahwa pembinaan integritas halal merupakan aspek krusial dalam memastikan pelaku usaha tidak hanya berhenti pada kepemilikan sertifikat halal, tetapi juga mampu menjaga konsistensi dalam penggunaan bahan serta proses produksi halal secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam implementasi halal justru terletak pada tahap pascasertifikasi.

Banyak pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal, namun belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga standar halal secara konsisten dalam praktik usaha sehari-hari. 

Karena itu, pembinaan seperti ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman sekaligus komitmen pelaku usaha.

“Persoalan halal tidak selesai hanya pada sertifikasi halal, tetapi yang jauh lebih penting adalah konsistensi dalam menjaga rantai nilai halal produk dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Ini menjadi tanggung jawab pelaku usaha sebagai bentuk kesadaran akan nilai halal yang harus dipertanggungjawabkan secara konsisten di dunia hingga akhirat.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa integritas halal yang terjaga akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. 

Selain itu, hal tersebut juga akan memperkuat daya saing produk halal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Para peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM perempuan menyambut kegiatan ini dengan antusias. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved