Breaking News:

Berita Batang

Bupati Wihaji Minta BUMD Dongkrak PAD Seusai Dapat Tambahan Modal Miliaran Rupiah

Situasi Pandemi Covid-19 membuat sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak maksimal dalam memberikan deviden atau keuntungan

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji berfoto bersama dengan jajaran pimpinan BUMD  Kabupaten Batang usai bintek di Hotel Sendang Sari, Jumat (29/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Situasi Pandemi Covid-19 membuat sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak maksimal dalam memberikan deviden atau keuntungan ke Pemerintah Daerah.

"Karena situasi pandemi kita maklumi, sebab ada beberapa hal sepert  PDAM Sendang Kamulyan dan BUMD lainya yang harus ada pelayanan gratis, restrukturisasi kredit macet, saya kira nanti usai pandemi selesai akan kembali dapat meningkatkan deviden," tutur Bupati Wihaji, usai mengisi kegiatan bimbingan teknis BUMD di Sendang Sari Batang, Jumat (29/10/2021).

Pemkab Batang pun telah memberikan penambahan penyertaan modal di tahun 2021.

Ada beberapa BUMD yang mendapatkan seperti PT Bank Jateng sebesar Rp 50 Miliar, Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang sebesar Rp 50 Miliar. 

Kemudian, PT BPR BAPERA Kabupaten Batang sebesar Rp 30 miliar, PT BPR BKK Kabupaten Batang Rp 19.760.000.000,00, PT BKK Jateng Cabang Batang sebesar Rp 7.350.000.000,00, dan PT PRPP Jawa Tengah sebesar Rp 1.395.000.000,00.

Dengan pemberian tambahan modal serta keberadaan beberapa Kawasan Industri, Bupati Batang Wihaji meminta BUMD harus menyiapkan diri menyosong ada potensi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dengan berubahannya Batang menjadi kota industri. 

"BUMD mesti siap menangkap perubahan zaman masa depan Kabupaten Batang, karena persoalan saat ini beberapa BUMD yang devidennya belum menjadi harapan karena kondisi sekarang masih pandemi," ujarnya.

Ia pun menyampaikan ada tugas penting dari seorang pemimpin perusahaan  BUMD untuk dapat bangkit menjadi sebuah perusahaan yang sehat, dan dapat memberikan keuntungan bagi ownernya yaitu masyarakat kabupaten  Batang. 

"Ada leader, konten dan market dari tiga itu, terpenting saat ini adalah leader dan para direksi BUMD yaitu dengan kreativitas dan inovasi mengembangkan sistem yang baik, sehingga masyarakat mendapat manfaatnya," jelasnya 

Wihaji juga menjelaskan bahwa konsep BUMD adalah everybody happy yaitu menyenangkan semua orang.

"Jadi rakyatnya seneng dilayani tapi juga harus ada keuntungan, sehingga perusahaan senang begitu juga pemerintah daerahnya karena mendapatkan peningkatan deviden sehimgga dapat mensejahterakan rakyatnya," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved