Breaking News:

Umrah dan Haji

H Bayu Prayogo: Umrah untuk Indonesia Masih Tunggu Hasil Diskusi Intensif Kedua Pemerintah

Pemertintah Arab Saudi dan Indonesia masih akan melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ibadah umrah bagi Indonesia masih belum dibuka walaupun Arab Saudi sudah membuka umrah pada Agustus 2021 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemertintah Arab Saudi dan Indonesia masih akan melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah.

Hal tersebut membuat hingga kini ibadah umrah bagi Indonesia masih belum dibuka walaupun Arab Saudi sudah membuka umrah pada Agustus 2021.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Arbani Madinah Wisata, H Bayu J Prayogo berdasar hasil Mukernas Asosiasi Muslim Penyelenggaraan Haji & Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) di Bogor, pekan lalu.

Hal itu, jelas Bayu, terungkap dalam pertemuan antara AMPHURI dengan Konjen Arab Saudi, Abdullah Muqed Al Mutiry di Kedubes Arab Saudi, Rabu (20/10/2021).

"Konjen menjelaskan sampai saat ini umrah untuk Indonesia masih belum dibuka. Masih menunggu hasil diskusi intensif antara pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama masing-masing," jelasnya.

Namun, dalam pertemuan tersebut, jelas Bayu, Kedubes Arab Saudi sangat berharap bahwa umrah untuk jemaah Indonesia bisa segera dibuka.

"Untuk itulah Kedubes Arab Saudi menunggu pengajuan SOP pemberangkatan jemaah umrah melalui asosiasi agar dapat ditelaah dan dievaluasi kemungkinan pelaksanaan di lapangan. Tentu ini melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sebagai regulator," jelasnya.

Permasalahan sinkronisasi data melalui aplikasi Tawakalna yang digunakan Arab Saudi dan PeduliLindungi, jelas Bayu, masih dalam tahap finalisasi melalui berbagai pertemuan yang dilakukan kedua belah pihak.

Selain itu, persoalan jenis vaksin Covid-19 juga dibahas dalam pertemuan ini.

"Pihak Kedubes memastikan sampai saat ini Arab Saudi hanya menerima empat jenis vaksin yaitu Pfizer, Moderna, Astra Zenecca, dan Jhonson & Jhonson tanpa booster. Sedangkan untuk Sinovac dan Sinopharm, wajib booster 1 kali menggunakan empat vaksin yang diakui pemerintah Arab Saudi tersebut," jelasnya.

Kedubes Arab Saudi memperbolehkan keberangkatan perwakilan PPIU ke Arab Saudi untuk melakukan studi banding.

Hal ini bertujuan agar para perwakilan PPIU yang melakukan umrah mengetahui SOP yang diterapkan di Arab Saudi agar kedepannya bisa infokan ke jamaah yang akan melakukan ibadah umrah.

“Perwakilan PPIU yang boleh melakukan studi banding maksimal hanya 2 orang dan sudah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak Arab Saudi,” jelas Bayu J Prayogo saat diwawancarai di kantornya Arbani Madinah Wisata. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved