Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Kapolri: Kepercayaan Masyarakat terhadap Polisi Turun

Maraknya kasus penyimpangan yang dilakukan anggota kepolisian beberapa pekan terakhir membuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri

Tayang:
Divisi Humas Polri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).(Dokumen Divisi Humas Polri) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Maraknya kasus penyimpangan yang dilakukan anggota kepolisian beberapa pekan terakhir membuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun pada Oktober 2021. Hal itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Sigit berbicara dalam penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61 dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

"Kemudian survei di awal Oktober kita turun, karena adanya penyimpangan anggota yang viral dengan cepat dengan didukung perkembangan teknologi informasi dalam dunia media.

Ketika banyak anggota yang viral, maka itu menjadi koreksi bagi kita masyarakat," kata Sigit.

Sigit mengingatkan bahwa anggota harus bisa menjaga sikap di masyarakat. Perbuatan yang dilakukan anggota akan berdampak terhadap citra intitusi Polri.

"Perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif maka dampaknya secara organisasi akan positif.
Begitupun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul menjadi generalisasi.

Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada," ujar Sigit.

Terkait kepemimpinan, Sigit pun mengutip peribahasa, 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala'.

Artinya, kata dia, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

"Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga.

Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani.

Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri," jelas dia.

"Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami.

Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan.

Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," sambung Sigit.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved