Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Warga Kudus di Area Berisiko Tinggi Bencana agar Segera Dievakuasi

Bupati Kudus HM Hartopo ingin warganya yang tinggal di rumah berisiko tinggi saat bencana agar segera dievakusi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berikut ini video warga Kudus di area berisiko tinggi bencana agar segera dievakuasi.

Bupati Kudus HM Hartopo ingin warganya yang tinggal di rumah berisiko tinggi saat bencana agar segera dievakusi.

Setelah kondisi dirasa aman, baru boleh kembali ke kediamannya.

"Ini memang perlu kami antisipasi, supaya ketika intensitas hujan tinggi, ketika angin mulai kencang ini (warga yang tinggal) di tempat atau permukiman rawan harus dievakuasi dulu. Yang tinggal di rumah yang tidak permanen bahaya sekali. Yang terbuat dari tripleks. Angin kencang harapan kami supaya dievakuasi dulu," kata Hartopo seusai apel kesiapsiagaan menghadapi bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (29/10/2021).

Sedangkan, kata Hartopo, untuk posko pengungsian akan segera pihaknya siapkan.

Minimal pada Desember 2021 semuanya sudah siap.

Mengingat saat itu intensitas hujan mulai meningkat. Bersamaan dengan itu, risiko bencana juga mulai naik.

"Kami akan rapat koordinasi, untuk mempersiapkan logistik, kesehatan untuk posko pengungsian nanti," kata dia.

Untuk wilayah yang rawan bencana saat musim hujan di Kudus yakni meliputi Kecamatan Jekulo, Mejobo, Undaan, Kaliwungu, dan Jati.

Wilayah tersebut berisiko terjadi banjir.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Dawe dan Gebog potensi bencananya yakni tanah longsor.

Sebab, dua kecamatan ini letaknya persis di lereng Gunung Muria.

Untuk antisipasi terjadinya banjir, lanjut dia, pihaknya telah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus untuk koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai supaya segera melakukan penambalan tanggul sungai yang berpotensi bocor, bahkan jebol.

"Supaya nanti kalau (hujan) intensitasnya tinggi tidak seperti kemarin lagi. Tanggul yang jebol kemarin yang bocor membuat kerawanan jebol,"  ujar dia.

Apel kesiapsiagaan kali ini yang dihadiri oleh ratusan relawan merupakan bentuk persiapan tahap awal.

Relawan yang hadir di antara datang dari BPBD, TNI, Polri juga dari sejumlah relawan baik Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah.

Kemudian ada juga relawan yang datang dari perusahaan swasta.

Dalam apel ini juga didemonstrasikan sejumlah alat yang digunakan untuk evakuasi penyelamatan saat bencana.

Kepala BPBD Kudus, Budi Waluyo mengatakan, seluruh relawan di Kudus yang jumlahnya mencapai sekitar seribu personel itu selalu siap ketika terjadi bencana. Mereka akan diterjunkan saat bencana terjadi di Kudus.

"Kalau bencana bersamaan ada bagi tugas sesama relawan," kata dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved