Berita Semarang
Dukung Keberadaan Museum Kota Lama, Dishub Semarang Rekayasa Arus Lalu Lintas di Bundaran Bubakan
Dishub Kota Semarang melakukan rekayasa lalu lintas di bundaran Bubakan. Rekayasa lalu lintas ini dalam rangka pembangunan Taman Bubakan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan rekayasa lalu lintas di bundaran Bubakan.
Rekayasa lalu lintas ini dalam rangka pembangunan Taman Bubakan.
Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Antonius Haryanto mengatakan, Taman Bubakan akan dibangun di ujung antara Jalan MT Haryono dan Jalan Pattimura.
Nantinya, lahan kosong milik Bank Jateng yang berada di seberang BRI Pattimura bakal dijadikan kantong parkir.
Taman dibangun untuk menghubungkan antara kantong parkir dan Museum Kota Lama.
Baca juga: Apa Itu Tes PCR? Syarat Bepergian Saat Libur Nataru dan Perbedaannya dengan Antigen
Baca juga: Menko Airlangga: Presiden Ingin Pasar CPO Indonesia di Turki Kembali Meningkat
Maka, perlu adanya rekayasa llalu lintas.
Arus kendaraan dari Jalan MT Haryono yang hendak menuju Jalan Agus Salim, Jalan Cendrawasih, maupun Jalan Ronggowarsito (Sayangan) masih bisa jalan seperti biasa.
Namun, arus kendaraan dari Jalan MT Haryono yang hendak menuju Pattimura tidak bisa langsung belok kanan. Pengendara harus memutar bundaran Bubakan.
Sebaliknya, arus lalu lintas dari Jalan Cendrawasih maupun Jalan Ronggowarsito yang hendak ke Jalan Agus Salim tidak bisa memutar ke bundaran Bubakan.
"Pengendara harus ke kiri dulu, masuk Jalan Pattimura, Dr Cipto, melalui kampung kali, MT Haryono," jelas Toni, sapaannya, Minggu (31/10/2021).
Rekayasa ini, sambung Toni, berlaku mulai Sabtu (30/10/2021) pukul 00.00.
Setelah pembangunam taman selesai, rekayasa arus lalu lintas dimungkinkan akan sama lantaran jalan yang semula menjadi titik penghubung Jalan MT Haryono dan Jalan Pattimura sudah tertutup untuk taman.
"Ini tertutup tidak bisa dibuka lagi. Seterusnya akan seperti itu, masyarakat harus dibiasakan," ujarnya.
Pihaknya mengerahkan petugas terutama saat jam padat untuk mengatur lalu lintas di bundaran Bubakan.
Pasalnya, pada hari pertama pemberlakuan rekayasa tersebut, sempat terjadi ketersendatan arus lalu lintas lantaran ada truk dari Jalan Ronggowarsito melakukan kontra flow atau putar balik.
Baca juga: 4 Artis Dunia Ini Akhirnya Jadi Keluarga, Ada Zayn Malik, Gigi Hadid dan Dua Lipa
Baca juga: Menko Airlangga: Presiden Ingin Pasar CPO Indonesia di Turki Kembali Meningkat
"Truk putar balik, terus mogok. Sehingga arus tersendat," jelasnya.
Sebagai antisipasi agar kendaraan dari Jalan Ronggowarsito tidak melakukan kontra flow, pihaknya memasang water barrier untuk mempersempit gerak lalu lintas yang hendak putar balik.
"Dari arah Sayangan memang ada space ke kanan, kami beri water barrier untuk mengantisipasi agar kendaraan tidak putar balik," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bundaran-bubakan-31-20-2021.jpg)