Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Inilah Sosok Joker Jepang Tusuk Penumpang dan Bakar Kereta KRL Commuter Line

Kejadian serangan ini dilakukan oleh "Joker Jepang", pada Senin (1/11/2021) digambarkan pemerintah "Negeri Sakura" sebagai insiden mengerikan dan brut

Editor: galih permadi
MASTER BIRD via TWITTER
Pria berpakaian 'Joker' diduga pelaku penusukan di kereta Tokyo dan melukai 17 orang terekam kamera duduk santai duduk sambil merokok sebelum dia ditahan oleh polisi. 

TRIBUNSOLO.COM - Penusukan dan pembakaran di kereta Tokyo mengegerkan masyarakat.

Kejadian serangan ini dilakukan oleh "Joker Jepang", pada Senin (1/11/2021) digambarkan pemerintah "Negeri Sakura" sebagai insiden mengerikan dan brutal.

Tersangka penyerangan yang berpakaian ala Joker di komik dan film Batman itu menyatakan kekagumannya kepada tokoh antagonis tersebut.

Ia memakai setelan jas ungu, kemeja hijau cerah, dan dasi, yang sangat mirip dengan Joker.

Diberitakan Kompas.com, Joker Jepang ini diketahui berusia 24.

Kini sosoknya telah diamankan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan yang menyebabkan 18 orang dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (31/10/2021).

Serangan Joker Jepang memicu kepanikan dan kekacauan di "Negeri Sakura", karena kejahatan yang berupa kekerasan jarang terjadi.

Tayangan TV memperlihatkan penumpang yang ketakutan berlarian di dalam kereta saat asap memenuhi gerbong.

 "Dengan pisau yang dibawanya, pria itu menikam sisi kanan dada seorang penumpang pria berusia 70-an yang duduk di kereta, tetapi tidak dapat memenuhi tujuan (membunuhnya)," kata juru bicara kepolisian Tokyo kepada AFP.

"Dia bilang ke polisi bahwa dia ingin dihukum mati dengan membunuh seseorang," tambah juru bicara itu.

Pria tua yang menjadi itu sekarang dalam kondisi kritis setelah ditikam, menurut laporan-laporan media.

Pelaku tanpa menampilkan emosi

Penyerang melakukan tindakan itu tanpa menunjukkan emosi apa pun, menurut kesaksian seorang penumpang wanita.

"Dia memegang pisau dan mulai menumpahkan cairan," katanya. "Dia melakukan tindakan ini tanpa menunjukkan emosi apa pun, hanya secara mekanis. Saya pikir itu membuat semua orang ketakutan."

Penyerang dilaporkan mengatakan, dia menggunakan serangan penusukan di kereta komuter Tokyo pada Agustus 2021 sebagai referensi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved