Breaking News:

Berita Kesehatan

Pemanfaatan Pelayanan JKN Mulai Meningkat

Pemanfaatan pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mulai kembali normal seiring dengan mered

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
idayatul rohmah
Webinar dalam acara Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Kamis - Jumat (28-29/10/2021). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemanfaatan pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mulai kembali normal seiring dengan meredanya kasus Covid-19.

Dikatakan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, utilisasi pelayanan program tersebut kini mulai menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan awal pandemi Covid-19 lalu.

"Pemanfaatan pelayanan memang di awal pandemi turun, yaitu bulan Maret/April karena masyarakat takut dan yang tidak perlu betul, tidak datang ke rumah sakit. kemudian meningkat, sekarang ini beberapa tempat sudah kembali normal meskipun di beberapa tempat juga ada laporan mulai meningkat lagi. Ini menjadi perhatian kita semua, terutama terkait kepatuhan terhadap Prokes.

Dan kita perkirakan nanti awal 2022 atau sampai pertengahan 2022 akan normal kembali kalau tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya dalam acara Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Kamis - Jumat (28-29/10/2021).

Ali Ghufron memaparkan, berdasarkan grafik, pada awal pandemi Covid-19 terjadi penurunan pemanfaatan layanan kesehatan di FKTP, namun pemanfaatan menunjukkan tren kenaikan.

Disebutkan, sepanjang masa pandemi Covid-19 terjadi 9,3 juta pelayanan terkonsultasi di FKTP dengan kasus rutin yang datang ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) merupakan kasus katastrofik.

Sedangkan, kasus-kasus yang tidak berkunjung selama pandemi Covid-19, disebutkan merupakan kasus penyakit kronis PRB dan penyakit kronis lainnya.

Ia mengatakan, kasus katastrofik inilah yang kini masih menempati pembiayaan tertinggi BPJS Kesehatan.

"Mengenai biaya kesehatan dan penyakit katastrofik ini masih terus menempati cukup besar dari pembiayaan yang harus kita bayarkan. Kita lihat dari 2016-2020, biaya pelayanan kesehatan sekitar 374,86 triliun, lebih banyak pada 83,31 persen dari biaya pelkes rujukan," ungkapnya.

Sementara itu Ali Ghufron menambahkan, proporsi biaya katastrofik terus meningkat yakni berkisar 25-31 persen dari total biaya pelayanan kesehatan. Penyakit jantung dalam hal ini merupakan proporsi pembiayaan katastrofik terbesar yakni 49 persen, disusul kanker 18 persen, stroke 13 persen, dan gagal ginjal 11 persen. (idy)

Baca juga: Tempat Tinggal Kakek Sebatang Kara  Ini Ludes Terbakar, Bupati Jepara Bantu Bikinkan Rumah

Baca juga: Kagetnya Sumir Petani di Demak Tahu Rumahnya Tiba-Tiba Ambruk hingga Rata dengan Tanah Akibat Hujan

Baca juga: Rumah Dijual Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Senin 1 November 2021

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Senin 1 November 2021

Foto: Tangkap Layar - Webinar dalam acara Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Kamis - Jumat (28-29/10/2021). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved