Berita Jateng
BERITA LENGKAP : 70 Siswa dan Tenaga Pendidik di Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19
Penghentian PTM sementara dilakukan selama sepekan mulai 1 - 6 November. Informasi tersebut disampaikan pihak sekolah kepada wali siswa melalui grup W
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah di Kota Semarang dihentikan sementara waktu.
Penghentian PTM sementara dilakukan selama sepekan mulai 1 - 6 November. Informasi tersebut disampaikan pihak sekolah kepada wali siswa melalui grup WhatsApp. Kegiatan belajar mengajar sementara kembali melalui daring.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, membenarkan informasi tersebut. "Kami hentikan sementara karena ada yang positif. Sambil menunggu tracing, kami daring dulu," terang Gunawan, Senin (1/11).
Gunawan menyebutkan, ada 20 sekolah yang PTM-nya harus berhenti sementara waktu. Hal itu lantaran ditemukan kasus usai adanya skrining deteksi Covid-19 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Sebanyak 20 sekolah tersebut terdiri dari jenjang SMA, SMP, dan SD. Informasi yang beredar, ditemukan 42 kasus dari 20 sekolah itu.
Temuan di masing-masing sekolah rata-rata satu kasus. Kini, tracing atau penelusuran terhadap kontak erat sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mencegah penyebaran agar tidak meluas.
"Yang terkonfirmasi kemarin siswa. Satu sekolah ada yang ditemukan satu kasus, ada yang dua. Makanya, sementara kami daring sambil nunggu hasil tracing. Mudah-mudahan hasilnya negatif dan tidak ada klaster sekolah," katanya.
Sementara itu, berdasar temuan Dinas Kesehatan Kota Semarang, ada 70 kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Hal itu diketahui usai petugas melakukan random sampling deteksi Covid-19 ke 112 sekolah selama tiga hari mulai 25 - 27 Oktober 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, menyebutkan testing dilakukan terhadap 3.729 siswa dan tenaga pendidik (tendik) dengan rincian 1.980 pada 25 Oktober, 1.452 pada 26 Oktober, dan 297 pada 27 Oktober.
Dari jumlah itu, ditemukan sekitar 70 kasus positif Covid-19 atau 1,9 persen dari total testing. Kasus tersebut tersebar di 29 sekolah yakni 2 SMA/SMK, 4 SMP, 16 SD, dan 7 pondok pesantren.
Dia memastikan tidak ada klaster sekolah. Setelah dilakukan tracing atau penelusuran kontak erat, pihaknya tidak menjumpai adanya kasus positif terhadap kontak erat.
Dia pun menjelaskan, kasus Covid-19 dapat dikatakan sebagai sebuah klaster apabila kontak erat pada level satu dan dua dinyatakan positif.
"Kami lakukan tracing 30 kontak erat baik sekolah, pengantar sekolah, keluarga, hasilnya nihil. Jadi tidak bisa disebut klaster sekolahan," terangnya, Senin (1/11).
Sebanyak 70 kasus tersebut, lanjut Hakam, paling banyak ditemukan di Kecamatan Semarang Barat, kemudian Tembalang, Ngaliyan, Banyumanik, Semarang Utara, Semarang Timur, Pedurungan, Semarang Selatan, Gayamsari, Gunungpati, Semarang Tengah, dan Gajahmungkur.
Dilihat dari sisi usia, terbanyak berada para rentang usia 6 - 12 tahun yakni 31 kasus. Disusul rentang usia 13 - 15 tahun sebanyak 23 kasus, lebih dari 18 tahun sebanyak 11 kasus, dan rentang usia 16 - 18 ada 5 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-didik-smpn-5-karanganyar-mengikuti-ptm-terbatas.jpg)