Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 3 Jawa Tengah 2021

Insiden Injak Leher dan Rahang, Manajer Persak Kebumen: Pemain Harus Hargai Lawan

Insiden penginjakan bagian leher dan rahang yang dilakukan pemain Persak Kebumen terhadap gelandang PPSM Sakti Magelang mengundang keprihatinan.

Editor: moh anhar
Tangkapan layar
Tangkapan layar saat pemain PPSM Sakti Magelang, Santino Berti mendapat penanganan dari tim medis usai leher dan rahangnya diinjak oleh pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto pada laga perdana Grup D Liga 3 Jawa Tengah 2021 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (1/11/2021) kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM - Insiden penginjakan bagian leher dan rahang yang dilakukan pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto terhadap gelandang PPSM Sakti Magelang, Santino Berti mengundang keprihatinan Manajer Persak Kebumen, HM Tursino SE.

Insiden itu terjadi pada laga perdana Grup D Liga 3 Jawa Tengah 2021 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (1/11/2021) siang.

Tursino pun meminta maaf atas insiden injak bagian leher dan rahang yang dilakukan pemainnya itu.

"Saya sudah komunikasi dengan manajemen PPSM Magelang terkait insiden di menit akhir pertandingan," kata Tursino melalui unggahan di akun instagram Persak Kebumen, Selasa (2/11/2021).

"Saya akan menjenguk pemain yang bersangkutan karena kita semua saudara,"

"Prinsipnya saya atas nama pemain dan pelatih meminta maaf atas insiden tersebut dan ini murni bukan kesengajaan karena saya sudah tekankan ke pemain harus respect kepada siapapun lawan yang dihadapi," tutup pernyataan tersebut.

Baca juga: Akhirnya Cair, Pemkab Pati Beri Bonus Jutaan Rupiah pada Atlet yang Raih Medali PON XX Papua

Baca juga: Bina Mahasiswa Berwirausaha, FSH UIN Walisongo Semarang Beri Pendampingan Usaha

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden penginjakan bagian leher dan rahang yang dilakukan pemain Persak Kebumen, Tri Hartanto terhadap gelandang PPSM Sakti Magelang, Santino Berti menodai laga perdana Grup D Liga 3 Jawa Tengah 2021.

Insiden tersebut menyebabkan Santino Berti harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulance.

Parahnya, tak ada sanksi tegas yang diberikan oleh wasit atas insiden tersebut, lantaran Tri Hartanto hanya diganjar kartu kuning atas pelanggaran keras yang membahayakan keselamatan lawan.

Praktis, insiden tersebut memicu protes keras dari kubu PPSM yang kemudian menarik pasukannya dari lapangan. Sempat terjadi diskusi pendek di pinggir lapangan, wasit kemudian kembali ke tengah lapangan dan meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Santino Berti kepada Tribun Jogja mengungkapkan, kondisinya sudah membaik usai insiden penginjakan yang mengenai bagian leher dan rahangnya di laga kontra Persak Kebumen.

"Alhamdulillah sudah membaik, (insiden) itu mengenai bagian dada sampai rahang," ujar Santino Berti.

Usai insiden tersebut, Santino Berti langsung terkapar. Ia tampak kesakitan, sembari memegang bagian lehernya, sempat mendapat perawatan singkat, namun ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Kemarin sempat tidak sadar pas dibawa ke RS, kata orang-orang. Alhamdulillah sekarang sudah diperbolehkan pulang ke mess," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved