PSBS Biak
Pemain PSBS Biak Ditelantarkan di Liga 2, Naik Pikap ke Lokasi Latihan hingga Tak Ada Tes PCR
Pemain PSBS Biak Ditelantarkan di Liga 2, Naik Pikap ke Lokasi Latihan hingga Tak Ada Tes PCR
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Pemain PSBS Biak Ditelantarkan di Liga 2, Naik Pikap ke Lokasi Latihan hingga Tak Ada Tes PCR
TRIBUNJATENG.COM - Ramai beredar di media sosial mengenai kondisi PSBS Biak yang dianggap ditelantarkan di Liga 2 Indonesia, Minggu (31/10/2021) lalu.
Di media sosial disebutkan PSBS Biak tidak dijemput oleh panitia.
Kemudian, tidak ada test PCR yang menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara.
Baca juga: FULL TIME: Persipa Pati Tahan Imbang Skor 0-0 Lawan Persip Pekalongan Liga 3 2021
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Dynamo Kiev Vs Barcelona Liga Champion Barjuan Ingin Beri Kemenangan Pertama
Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris, Nasib Liverpool Seperti Persib Bandung di BRI Liga 1 Indonesia
Baca juga: Klasemen Terbaru BRI Liga 1 2021 Arema Kudeta PSIS Semarang, Persib Bandung Gagal Kejar Bhayangkara
Selain itu lapangan yang diberikan untuk latihan juga dianggap tidak layak untuk klub sekelas Liga 2.
Pemain PSBS juga harus naik mobil bak terbuka untuk menuju ke tempat latihan.
Dikutip dari Tribun-Papua.com, kondisi yang tidak diharapkan itu masih terjadi hingga tiga hari sebelum pertandingan resmi Liga 2 antara PSBS Biak kontra Mitra Kukar, Rabu (3/10/2021).
PSBS Biak yang mencari kejelasan dari pihak panitia pun masih menemukan jalan buntu.
Ketua Panitia Pelaksana, Irvan Taufik hingga saat ini belum dapat dihubungi oleh manajemen tim guna menjalin komunikasi.
Hal tersebut tentu menjadi catatan buruk ketidaksiapan panitia pelaksana dari kompetisi profesional sepak bola nomor dua terbaik di Bumi Pertiwi.
Menyoroti hal itu, Manager PSBS Biak Jimmy Carter Kapissa akhirnya buka suara mengunggkapkan kekecewaannya.
"Panpel di Kota Balikpapan benar-benar tidak memiliki hati persaudaraan."
"Tim yang sudah datang untuk melakukan persiapan dan latihan dibuat kecewa,” Kata Jimmy kepada Tribun-Papua.com.
“Panpel jangan menutup diri dalam berkomunikasi."
"Walau ada LO namun tidak dapat berbuat apa-apa."