Berita Nasional

Viral Hujan Hanya Guyur Satu Mobil, Begini Penjelasan BMKG Semarang

Hujan turun hanya mengguyur satu mobil viral di media sosial. Fenomena tersebut terjadi parkiran hotel kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Bekasi.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar
Instagram @uryanriana
Tangkapap layar video - Fenomena langka air hujan turun tidak merata dan hanya mengguyur satu mobil yang sedang terparkir terjadi Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan turun hanya mengguyur satu mobil viral di media sosial. 

Fenomena tersebut terjadi parkiran hotel kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (1/11/2021).

Hujan tersebut terbilang unik sehingga banyak warganet yang penasaran.

Bahkan banyak dikait-kaitkan dengan sebuah keajaiban dan berharap ada keberkahan. 

Baca juga: Lima Bocah Ikuti Prosesi Cukur Gembel Dieng, Ada yang Minta Jajan hingga Tari Rewo-rewo

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Malmo Vs Chelsea Liga Champion, Tuchel Pusing Kehilangan 4 Pemain

Padahal menurut BMKG, fenomena alam tersebut terhitung biasa saja atau lumrah terjadi. 

"Lumrah itu karena bisa terjadi di beberapa tempat hanya saja tidak ada yang mendokumentasikan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko, saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (2/11/2021).

Hujan yang mengguyur satu titik artinya hujan sangat lokal sekali. 

Diameter awan menjadi pemicu hujan sangat kecil sekali tersebut. 

Hujan bisa jadi di langit sebenarnya diameter awannya besar, akan tetapi ketika sampai di permukaan menjadi kecil.

"Faktornya karena ada proses penguapan atau ada yang terbawa angin," jelas Iis. 

selain itu, lanjut dia, kondisi lokal sangat menentukan fenomena tersebut bisa terjadi. 

Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris, Nasib Liverpool Seperti Persib Bandung di BRI Liga 1 Indonesia

Baca juga: Ombudsman Lakukan Pengawasan Langsung Pelaksanaan SKD CPNS Kemenkumham Jawa Tengah

Kondisi lokal itu meliputi suhu, angin, kelembaban, dan topografi dari wilayah tersebut. 

"Jadi sekali lagi lumrah ya," tandasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved