Breaking News:

Berita Batang

Apa itu Destinasi Wisata 4 Si di Kabupaten Batang?

Masa pandemi Covid-19 tidak menghambat Pemkab Batang untuk gencar mempromosikan destinasi wisata 4 Si.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Pemkab Batang
Foto Ilustrasi wisata 4 Si Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Masa pandemi Covid-19 tidak menghambat Pemkab Batang untuk gencar mempromosikan destinasi wisata 4 Si.

Promosi secara virtual menjadi strategi di masa sekarang, sehingga menjadikan Batang memiliki peluang untuk makin dikenal hingga luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Batang, Yarsono mengatakan melihat kondisi PPKM di Batang yang masih berada di level 3, tentu pagelaran seni secara tatap muka di destinasi wisata belum diizinkan.

“Jadi kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Batang tetap dipromosikan namun tidak secara konvensional, tetapi lebih mengoptimalkan teknologi informasi, salah satunya melalui pementasan kesenian rakyat secara virtual,” tuturnya, Rabu (3/11/2021).

Sementara itu, Anggota Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMETRA) Ahmad Zaenuri mengatakan para pengelola selayaknya pandai memanfaatkan momentum, untuk mempromosikan destinasi wisata bekerja sama dengan Pemda.

“Apalagi kita punya potensi wisata yang diunggulkan yaitu Sikembang mewakili kehutanan, Silurah mewakili budaya, Sigandu mewakili pantai dan Sikuping mewakili kepariwisataan. 

Itulah sisi lain supaya orang berbondong-bondong datang ke Batang,” tuturnya, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, sukses atau tidaknya program itu, sangat tergantung dari strategi promosi yang dilakukan.

“Yang namanya promosi bisa lewat media kesenian rakyat, ini bisa efektif, asalkan antara Pemda, pihak swasta dan masyarakat mau bergerak bersama-sama, tapi kalau cuma satu pihak saja, pasti hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Salah satu pegiat seni, Muhammad Arsyad menuturkan, di awal masa pandemi banyak pelaku seni yang “tiarap” karena tidak memiliki ruang-ruang berekspresi. 

Sedangkan saat ini mereka mulai bangkit dengan ruang baru berbentuk virtual.

“Ini sudah bisa membuat tempat bermain baru untuk para pekerja seni yang secara tidak langsung berhubungan dengan bangkitnya perekonomian,” ujarnya.

Ia menegaskan, tolok ukur bangkitnya perekonomian tidak hanya dari sisi perdagangan di pasar, namun dari sudut pandang pariwisata.

“Pariwisata tetap ada hubungannya secara langsung dengan kesenian. Maka sudah seharusnya jika keduanya menjalin sinergi, untuk membangkitkan perekonomian daerah,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved