Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Ibu dan Anak Tak Sempat Menyelamatkan Diri Tewas Diterjang Banjir Bandang yang Datang Malam-malam,

Seorang ibu dan anaknya yang berusia 9 tahun tewas terseret banjir bandang di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Ilustrasi banjir bandang 

TRIBUNJATENG.COM, GORONTALO - Seorang ibu dan anaknya yang berusia 9 tahun tewas terseret banjir bandang di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Korban merupakan ibu dan anak berinsial RJ (35) dan A (9) tidak sempat menyelamatkan diri saat air bah menerjang pada Kamis (4/11/2021) malam.

Jenazah bocah laki-laki itu sudah ditemukan, sementara ibunya RJ (35) masih dilakukan pencarian oleh petugas.

Baca juga: Jadi Peringatan bagi Daerah Lain, Ini Analisis Penyebab Banjir Bandang di Malang

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Banjir Bandang, Sejumlah Warga Mengungsi

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Banjir Bandang, Sejumlah Warga Mengungsi

Banjir bandang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo.

Setidaknya banjir memaksa sejumlah warga di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo utara dan Bone Bolango, mengungsi.

Sebanyak 613 jiwa atau 180 kepala keluarga (KK) di Desa Tolongio, Kecamatan Angrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dilaporkan menjadi korban banjir bandang ini.

Untuk membantu warga korban banjir, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah menyalurkan bantuan makanan di Desa Daenaa, Jumat (5/11/2021).

Desa Daenaa menjadi salah satu kawasan terparah yang dihantam banjir bandang.

Banjir dilaporkan merendam 6 kecamatan dan 21 desa di Kabupaten Gorontalo.

Air bah yang datang sangat cepat melalui Sungai Marisa, Alo, dan Pohu.

Air yang disertai lumpur ini langsung menerjang permukiman warga.

Warga juga tidak sempat menyelamatkan harta benda, karena lebih mengutamakan anggota keluarganya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Pati Hari Ini Sabtu 6 November 2021

Baca juga: Man United vs Man City Jadi Penentu Nasib Solskjaer, Siapa Penggantinya? Conte Sudah ke Tottenham

Baca juga: Not Angka Pianika Denny Caknan Sugeng Dalu Aku Wis Ora Gagas Kata Luka

“Kebutuhan makanan menjadi vital. Mereka tidak sempat lagi memasak semua terendam air,” kata Rusli Habibie.

Untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir, Rusli Habibie menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk menyiapkan 3.000 bungkus makanan siap saji.

“Kami sudah mendirikan dapur umum yang dipusatkan di Makorem. Ini sebagai langkah awal tanggap darurat,” ucap Rusli Habibie. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Banjir Bandang di Daenaa Gorontalo"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved