Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Dianggap Masih Mahal, INAYES Minta Pemerintah Agar Tarif Tes PCR Tak Memberatkan Semua Pihak

Tarif PCR Covid-19 yang ditetapkan pemerintah di kisaran Rp 270.000-Rp 300.000 masih mahal.

Tayang:
Editor: sujarwo
Warta Kota/Fitriandi Fajar
Ketua Umum INAYES Aldi Dwi Prastianto mengekuhkan tarif PCR yang sudah diturunkan pemerintah. 

TRIBUNJATENG,COM - Tarif PCR Covid-19 yang ditetapkan pemerintah di kisaran Rp 270.000-Rp 300.000 masih mahal bagi anak muda. Padahal biaya PCR telah diturunkan dari yang awalnya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per orang.

Ketua Umum Indonesia Youth Economic end Society (INAYES), Aldi Dwi Prastianto mengatakan, banyak dari masyarakat umum, termasuk kalangan anak muda yang keberatan dengan harga tersebut.

Penyebabnya bisa karena faktor ekonomi yang masih belum stabil dan kurangnya minat serta kepedulian untuk test PCR.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan harga PCR ini, sehingga aturannya kerap berubah.

Karena itu, diharapkan ada kerjasama dari seluruh komponen anak muda, masyarakat serta para pejabat.

“Harapannya jelas harga PCR masih bisa dijangkau dari semua kalangan dan kita mesti melihat hari ini berapa banyak anak muda teriak dan bingung dengan kebijakan ini,” kata Aldi berdasarkan keterangannya pada Senin (8/11/2021).

Aldi mengatakan, fenomena ini lantas mendorong pemerintah agar bersikap transparan terkait jumlah modal PCR. Langkah ini dilakukan agar persoalan tarif PCR terang benderang, sehingga tidak memberatkan semua pihak.

Kata dia, pemerintah harus memahami situasi ekonomi warganya yang saat ini belum pulih pasca dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Bahkan tingkat pengangguran masih belum teratasi terutama akibat pandemi ini.

Oleh karenanya sebagai anak muda, INAYES mengharapkan pemerintah mengerti keadaan saat ini dan mengevaluasi harga PCR yang dianggap belum memuaskan masyarakat. Meski minta tarif PCR kembali disesuaikan, bukan berarti INAYES tidak mendukung Indonesia bebas dari Covid-19.

“Sekarang ini jamannya serba sulit, bayangkan saja masih banyak di luar sana yang mengalami kesulitan, bahkan untuk bisa makan hari-hari saja sudah sangat bersyukur,” ujarnya.

Aldi berharap sebelum memutuskan kebijakan, pemerintah melihat lagi data indeks terbaru pertumbuhan dan pendapatan anak muda pasca pandemi ini.

Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan sangat terukur dan pro terhadap anak muda.

Seperti diketahui, saat ini banyak anak muda yang bepergian keluar kota untuk bekerja. Bahkan tak sedikit yang mengunjungi keluarganya di daerah dengan menggunakan moda transportasi udara.

Dia pun kemudian menyinggung pandemi yang sangat lama, hingga membuat mereka jenuh di rumah. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk ke daerah bertemu keluarganya seraya mendorong harga tiket pesawat sudah berikut jasa PCR.

“Harapannya ya pemerintah juga bantu dengan regulasi yang ada, mungkin bisa membuat suatu harga tiket pesawat yang sudah dilengkapi dengan PCR yang sudah bekerjasama dengan sentra penyedia layanan PCR yang ada,“ ucapnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved