Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Taufik Dibegal dan Diceburkan ke Sungai oleh Teman Pacar Setelah Pesta Miras

Korban sempat berpegangan pada pagar jembatan, tapi pelaku terus menendang badan korban hingga terjatuh ke Sungai Bondoyudo.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATIM
OLAH TKP - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di jembatan JLS Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Jawa Timur, Senin (27/4/2026). Pemotor dibegal tiga orang saat melintas di jembatan tersebut. (TRIBUN JATIM/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban begal.

Kejadiannya di jembatan Jalur Lintas Selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Motor Honda Beat bernomor polisi B 3945 CLE serta sebuah telepon genggam miliknya dirampas ketika melintas.

Baca juga: Aksi Begal Sadis di "Kelok 8" Kendal, Pegawai Indomaret Dibacok saat Perjalanan Pulang

Kronologi

Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4/2026) dini hari setelah korban mengantar pacarnya kembali di rumah.

Kronologi kejadian itu bermula ketika korban apel di rumah pacarnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang sekitar pukul 19.30 WIB. 

"Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Setelah tiba di lokasi tujuan, kata dia, pemuda diminta pulang dengan diantar oleh tiga orang laki-laki yang merupakan teman dari pacarnya, karena mengaku tidak mengetahui arah perjalanan pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di Jalan Lintas Selatan (JLS).

Prapto mengungkapkan kendaraan korban kehabisan bahan bakar ketika melintas di kawasan tersebut.

"Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih. Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” imbuh Prapto.

Berdasarkan keterangan korban, kata dia, ketiga pelaku melayangkan pukul bertubi-tubi di bagian kepala korban hingga hingga menyebabkan luka dan pendarahan. 

Selain itu, satu dari tiga pelaku itu juga mengancam menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, korban berhasil menghindari sabetan senjata tajam tersebut.

"Sehingga tidak mengalami luka akibat benda tajam. Namun kekerasan tidak berhenti di situ. Korban kemudian didorong ke arah sungai," paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved