Breaking News:

Investor Makin Percaya, Harga Bitcoin dan Ethereum Pecahkan Rekor

Kenaikan harga Ethereum sudah mencapai 675 persen dan kenaikan harga Bitcoin sudah mencapai 303,5 persen dari tahun sebelumnya.

Editor: Vito
PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, Cryptocurrency Ethereum. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga aset kripto terpopuler sekaligus tertua di dunia, Bitcoin (BTC), baru saja mencetak rekor baru, atau yang biasa dikenal sebagai all time high.

Bitcoin berhasil menyentuh level 67.922 dollar AS/BTC pada Selasa (9/11), atau setara dengan Rp 967,28 juta/keping.

Bahkan, merujuk Coinmarketcap, pada Selasa (9/11), pukul 15.52, harga Bitcoin sudah naik lagi, berada di level 68.056,34 dollar AS/BTC, atau sekitar Rp 968,3 juta/keping.

Selain Bitcoin, Ethereum juga mencapai rekor baru all time high pada Senin (8/11) lalu, di angka Rp 67,98 juta. Sementara pada Selasa (9/11), pukul 15.52, harga Ethereum berada di level 4.809,69 dollar AS/ETH atau sekitar Rp 68,3 juta.

"Penguatan harga beserta dengan pecahnya rekor harga ethereum dan bitcoin, menunjukkan bahwa investor percaya dengan fundamental dari kedua aset kripto ini sehingga terus melakukan aksi beli di pasar," kata CEO Indodax, Oscar Darmawan, , dalam keterangannya, Selasa (9/11).

Menurut dia, jika dibandingkan secara tahunan, harga ethereum dan bitcoin telah tumbuh sangat pesat. Tercatat pada November 2020 harga ethereum berada di kisaran Rp 8,8 juta dan bitcoin sekitar Rp 240 juta.

“Itu tandanya kenaikan harga Ethereum sudah mencapai 675 persen dan kenaikan harga Bitcoin sudah mencapai 303,5 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sentimen utama yang membuat harga ethereum melesat ialah adanya upgrade Hard Fork London pada beberapa waktu lalu, mengubah ethereum menjadi ethereum 2.0.

Dengan adanya upgrade ethereum 2.0, ethereum pun berubah menjadi proof of stake dan adanya fitur autoburn atau pemusnahan jumlah ethereum yang ada untuk membatasi pasokan dan memperluas jaringan kripto tersebut.

“Dengan adanya pembatasan ini, pasokan ethereum yang akan beredar pun akan menjadi lebih langka,” tuturnya.

Sementara untuk bitcoin, Oscar mengungkapkan, sentimen utamanya ialah update blockchain bernama Taproot yang akan aktif antara minggu ini atau minggu depan.

Melalui upgrade tersebut, terdapat peningkatan sistem bitcoin yang menyorot terhadap privasi pengguna, fitur smart contract, serta efisiensi biaya untuk memproses transaksi yang kompleks agar jauh lebih murah.

“Dengan adanya peningkatan ini tentu menjadi salah satu faktor kuat pendorong para whale alias investor besar untuk berinvestasi di bitcoin, sehingga merembet juga ke penguatan harga bitcoin hari ini (kemarin-Red), sampai akhirnya harga bitcoin pun tembus rekor tertinggi kembali pada hari ini (kemarin-Red),” terangnya.

Meskipun harganya sempat turun signifikan beberapa waktu lalu, Oscar menyebut, ethereum dan bitcoun sangat cocok apabila dijadikan investasi jangka panjang.

“Ethereum dan bitcoin yang sudah tersedia di Indodax, dan bisa disimpan sebagai aset masa depan oleh siapa saja dan kapan saja,“ tandasnya.
(Kompas.com/Rully R Ramli)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved