Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Pahlawan

4 Tokoh Akan Diberi Gelar Pahlawan Nasional Oleh Jokowi Hari Ini, Ada Sultan Aji Muhammad Idris

Pemberian gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan ini akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/

Tayang:
Editor: m nur huda
Diskominfo Kalimantan Timur
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Empat tokoh dalam sejarah perjuangan Indonesia akan diberi anugerah gelar Pahlawan Nasional dan tanda kehormatan tepat di peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021.

Pemberian gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan ini akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/11/2021) pukul 10.00 WIB.

“Betul (Presiden Jokowi akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan kepada empat tokoh),” kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Rabu.

Adapun empat tokoh yang akan diberi gelar itu mulai dari raja hingga sutradara.

Keempatnya yakni Tombolututu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Usmar Ismail dari DKI Jakarta, dan Raden Aria Wangsakara dari Banten.

Usmar Ismail

Usmar Ismail dikenal sebagai bapak perfilman Indonesia karena karya-karyanya yang apik.

Sepanjang kariernya, Usmar Ismail telah membuat lebih dari 30 film.

Beberapa film produksi Usmar Ismail yang terkenal yakni Pedjuang (1960), Enam Djam di Djogja (1956), Tiga Dara (1956), dan Asrama Dara (1958).

Tak hanya itu, film arahan Usmar Ismail berjudul Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi) yang diproduksi 1950 menjadi film pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia.

Tombulututu

Dikutip dari parigimoutongkab.go.id, Tombolotutu merupakan orang yang terpandang.

Ia adalah seorang raja di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sebagai raja, Tombolotutu turut menjadi garda terdepan dalam garis perlawanan menghadapi penjajah Belanda kala itu.

Diketahui, upaya untuk menjadikan Tombolotutu sebagai pahwalan nasional telah disuarakan sejak 1990-an.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved