Guru Berkarya
Memanfaatkan Scramble dalam Memahami Materi PPKN
Pendidikan adalah proses yang terus menerus mendukung bagi perubahan manusia untuk berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar.
Oleh: Dra Pudji Hastuti, Guru SMKN 1 Pemalang
PENDIDIKAN adalah proses yang terus menerus mendukung bagi perubahan manusia untuk berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar. Setiap negara maju tidak akan pernah terlepas dengan dunia pendidikan.
Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan dan mengharumkan negaranya. Guru sebagai bagian dari sumber daya manusia memiliki tanggung jawab yang besar dan mempengaruhi perkembangan siswa.
Peranan guru menjadi tolak ukur dari hasil perkembangan siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan menyajikan pembelajaran yang dapat menstimulan siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, kreativitas dan keaktifannya.
Beberapa guru seringkali masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan kesulitan memberikan model pembelajaran yang menarik dan menggembirakan. Monoton dan teacher centered masih menjadi model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas, termasuk yang terjadi di SMKN 1 Pemalang Kabupaten Pemalang.
Seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu mengikuti dan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan menarik sesuai dengan langkah-langkah yang telah dirancang oleh guru. Hal ini diharapkan pada proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan menarik motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Penggunaan model pembelajaran yang variatif juga bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa.
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosesnya. Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif sudah seharusnya diimplementasikan sebagai sebuah solusi dalam model pembelajaran. Model Scramble merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengajak siswa menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menyenangkan.
Robert B. Taylor dalam Miftahul Huda (2013:303) menyatakan Scramble merupakan satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa. Metode ini mengharuskan siswa untuk menggabungkan otak kanan dan otak kiri.
Pendapat lain yang disampaikan oleh Sohimin (2016: 166-167) menjelaskan bahwa model pembelajaran scramble merupakan model pembelajaran yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraf. Scramble dipakai untuk jenis permainan yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata sesuai dengan sifatnya.
Pemanfaatan model ini sangat tepat diterapkan pada pembelajaran PPKn kelas 11 materi tentang harmonisasi hak dan kewajiban asasi manusia dalam prespektif Pancasila. Langkah pertama pembelajaran model Scramble yaitu guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, indikator pembelajaran dan materi awal kepada siswa.
Kedua guru menyajikan informasi tentang model pembelajaran yang akan digunakan dan teknisnya. Langkah ketiga, guru mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-kelompok kooperatif atau diskusi.
Pada langkah keempat, guru membagikan lembar kerja yang berisi kartu soal dan kartu jawaban yang telah dipersiapkan dan diacak. Guru memberikan durasi tertentu kepada siswa untuk mengerjakan soal yang telah diberikan.
Setelah selesai mengerjakan soal dalam durasi waktu yang diberikan telah habis, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan. Guru mengoreksi serta memberikan nilai sesuai dengan hasil yang dikerjakan oleh kelompok dengan ketentuan jawaban tepat dan cepat. Pada langkah terakhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dan mereview materi yang didapatkan.
Penggunaan model scramble sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa. Hal itu dapat dilihat dengan meningkatnya motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada evaluasi selanjutnya. (*)