Berita jawa Tengah
DP3AP2AKB Jateng Minta Semua Pihak Terlibat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(DP3AP2AKB) Jateng meminta semua lapisan untuk turut serta mengedukasi masyarakat dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2AKB) Jateng meminta semua lapisan untuk turut serta mengedukasi masyarakat dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kepala DP3AP2AKB Jateng, Retno Sudewi mengatakan, tanpa keterlibatan semua elemen masyarakat, maka target pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, tidak mungkin bisa tercapai.
"Kami butuh untuk bersinergi dengan semua. Kita tidak bisa bekerja sendiri," kata Retno dalam Workshop Peran Serta Lembaga Masyarakat dalam Media Responsif Gender dan Anak di Hotel Radja, Kota Semarang, Jumat (12/11/2021).
Lima target yang dimaksud, katanya, pertama adalah pemberdayaan perempuan.
Ia mengatakan, pada masa pandemi ini banyak kepala keluarga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sehingga peran perempuan menjadi penting dalam keluarga.
"Dalam hal pola asuh, peran asuh ibu dan bapak pada anak itu penting. Bukan tanggungjawab ibu saja. Sehingga keduanya harus bersama-sama," ucapnya.
Ketiga yaitu terkait dengan kekerasan perempuan dan anak.
Keempat, mengurangi pekerja anak dan terakhir adalah mengurangi pernikahan anak.
Kesemuanya itu, katanya, harus melibatkan banyak pihak.
"Itu semua kami tidak bisa bekerja sendiri. Makanya penting bersinergi dengan berbagai lapisan," tegasnya.
Berbagai upaya pun telah dilakukan Pemprov Jateng dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Beberapa waktu lalu, Pemprov telah meluncurkan program "Jo Kawin Bocah".
Dalam program tersebut, tak hanya berisi upaya pencegahan pernikahan anak saja tapi juga penanganan apa yang dilakukan jika telah terjadi pernikahan anak.
"Berdasarkan UU, usia pernikahan adalah 19 tahun baik laki-laki atau perempuan.
Tapi dari BKKBN menganjurkan program Sehati yaitu sehat, terencana dan mandiri, dengan acuan usia pernikahan bagi perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dp3ap2akb-jateng-retno-sudewi-12-11-2021.jpg)