PSIS Semarang
Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa?
Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa?
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Tercatat, PSIS hanya bisa menghasilkan empat gol dari lima pertandingan.
Selain itu, dengan dua kekalahan di seri kedua, peringkat mereka harus turun ke posisi 4 klasemen Liga 1.
"Evaluasinya, tentu kami perlu mencetak gol yang lebih banyak," kata Ian Gillan kepada Tribun Jateng.
Tetapi, pelatih asal Skotlandia ini mengapresiasi lini belakang yang bisa tampil solid dengan kebobolan dua gol dari lima laga.
Dengan begitu, pada persiapan PSIS akan fokus di penyelesaian akhir yang menurutnya masih kurang mematikan.
"Sementara untuk pertahanan kami sudah bagus, kami lebih solid."
"Saya rasa di lini depan kami masih perlu menciptakan killer instinct," tambahnya.
Ian menambahkan produktivitas gol juga menurun di seri kedua Liga 1 dan hal ini yang menjadi masalah bagi PSIS.
Pada seri ketiga nanti, masalah ini harus segera diselesaikan terutama saat sudah di kotak penalti lawan agar tidak banyak peluang yang terbuang.
"Permasalahan utama saat ini adalah dari lima laga kami hanya mencetak empat gol."
"Jumlah itu dirasa kurang."
"Problem utama kami masih masalah penyelesaian akhir."
"Banyak sekali peluang kami terbuang," pungkasnya.
Apa Kata Panser Biru?
Menanggapi performa PSIS Semarang saat ini, Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto menyebut, ada perbedaan gaya permainan PSIS di seri pertama dan seri kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/imran-nahumarury-2.jpg)