Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa?

Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa?

Tayang:
PSIS SEMARANG
Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa? 

Performa PSIS Semarang Semakin Anjlok Setelah Ditinggal Imran Nahumarury, Ada Apa?

TRIBUNJATENG.COM - Penampilan PSIS Semarang semakin mengalami penurunan di BRI Liga 1 2021.

Setelah tampil hebat di seri pertama, PSIS Semarang justru anjlok di seri kedua.

PSIS Semarang tercatat belum terkalahkan hingga pekan ke delapan BRI Liga 1 2021.

Padahal saat itu, PSIS Semarang diasuh oleh Karateker Pelatih, Imran Nahumarury.

Baca juga: Kapten PSIS Semarag Ingatkan Rekan Setimnya agar Fokus Hadapi Series 3 BRI Liga 1

Baca juga: Pelatih PSIS Soroti Lini Serang PSIS yang Seret Gol di Series 2 BRI Liga 1

Baca juga: AC Milan Tertarik Datangkan Icardi, Namun Juga Harus Membujuk Istrinya Karena Hal Ini

David mencetak gol dalam kemenangan 3-0 PSIS pada laga menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan laga BRI Liga 1 2021/2022 pekan ketujuh yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jumat (15/10/2021) lalu
David mencetak gol dalam kemenangan 3-0 PSIS pada laga menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan laga BRI Liga 1 2021/2022 pekan ketujuh yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jumat (15/10/2021) lalu (TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL S)

Namun di pekan ke-9 hingga ke-11, PSIS Semarang tampil buruk.

Di pekan ke-9, PSIS menelan kekalahan pertama di BRI Liga 1 2021 saat menjamu Persib Bandung.

Kemudian imbang melawan Bali United di pekan ke-10 dan kembali menelan kekalahan di pekan ke-11 melawan Borneo FC.

Atas kondisi tersebut, Pelatih PSIS Semarang, Ian Gillan, beberkan kelemahan timnya pada seri kedua Liga 1 2021.

Posisi PSIS Semarang di klasemen Liga 1 terus merosot hingga akhir seri kedua.

Bisa berada di posisi kedua hingga akhir seri pertama dan memiliki rekor tak terkalahkan, tim berjulukan Mahesa Jenar terus mendapatkan hasi minor.

Tepatnya, kemerosotan terjadi setelah PSIS kalah melawan Persib di pekan kesembilan Liga 1 201.

Salah satu yang bisa dilihat adalah dari penyelesaian akhir dan banyaknya peluang yang tidak bisa dimaksimalkan.

Menghadapi seri ketiga Liga 1, pelatih PSIS Semarang, Ian Gillan, menegaskan jika evaluasi akan dilakukan untuk semua lini.

Terutama di lini depan yang kurang produktif pada empat pertandingan terakhir.

Tercatat, PSIS hanya bisa menghasilkan empat gol dari lima pertandingan.

Selain itu, dengan dua kekalahan di seri kedua, peringkat mereka harus turun ke posisi 4 klasemen Liga 1.

"Evaluasinya, tentu kami perlu mencetak gol yang lebih banyak," kata Ian Gillan kepada Tribun Jateng.

Tetapi, pelatih asal Skotlandia ini mengapresiasi lini belakang yang bisa tampil solid dengan kebobolan dua gol dari lima laga.

Dengan begitu, pada persiapan PSIS akan fokus di penyelesaian akhir yang menurutnya masih kurang mematikan.

"Sementara untuk pertahanan kami sudah bagus, kami lebih solid."

"Saya rasa di lini depan kami masih perlu menciptakan killer instinct," tambahnya.

Ian menambahkan produktivitas gol juga menurun di seri kedua Liga 1 dan hal ini yang menjadi masalah bagi PSIS.

Pada seri ketiga nanti, masalah ini harus segera diselesaikan terutama saat sudah di kotak penalti lawan agar tidak banyak peluang yang terbuang.

"Permasalahan utama saat ini adalah dari lima laga kami hanya mencetak empat gol."

"Jumlah itu dirasa kurang."

"Problem utama kami masih masalah penyelesaian akhir."

"Banyak sekali peluang kami terbuang," pungkasnya.

Apa Kata Panser Biru?

Menanggapi performa PSIS Semarang saat ini, Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto menyebut, ada perbedaan gaya permainan PSIS di seri pertama dan seri kedua.

Pihaknya berharap tim PSIS segera berbenah, melakukan evaluasi sebelum kembali melanjutkan kompetisi.

"Kita memang merasakan perbedaan gaya permainan PSIS seri pertama dan kedua, ini adalah sebuah masalah yang harus segera di evaluasi untuk persiapan seri ketiga," kata Galih Ndog, demikian sapaan akrab Galih Eko Putranto, Jumat (12/11/2021).

"Menurut saya secara permainan PSIS pun belum begitu bervariasi terlepas ada perbedaan lawan yang di hadapi di series pertama dan kedua," jelas Galih.

Tak dipungkiri, kerap absennya sejumlah pemain inti cukup berpengaruh terhadap performa tim.

"Dan juga terlepas silih bergantinya pemain yang cedera atau akumulasi kartu," katanya.

Galih mengatakan, tim pelatih saat ini tak perlu lagi mengeksplorasi karakter dan kemampuan masing-masing pemain. Yang terpenting adalah menjaga performa para pemain tetap stabil.

"Saya melihat masing masing pemain sudah punya karakter dan jatidiri yang sudah terbentuk."

"Jangan sampai rusak."

"Besar harapan kami (Suporter--red), jajaran pelatih dan pemain untuk selalu siap menghadapi setiap lawannya di series series berikutnya," kata Galih.

"Harus ada evaluasi,karena kita melihat perbedaan yang sangat jelas dari segala aspek baik itu pelatih maupun pemain, entah ada masalah apa kita tunggu hasil evaluasi manajemen dan tim pelatih," tegasnya.

Di sisi lain, Galih menyebut, pihaknya turut menyoroti kontribusi sejumlah pemain yang belum maksimal dalam sebelas laga sejauh ini.

"Harapan kami terkait  pemain asing PSIS seharusnya lebih bisa berkontribusi dan termotivasi karena mereka sudah bersama-sama lama dari beberapa tahun yang lalu," ucap Galih.

Di menambahkan, suporter akan terus mengawal perjalanan PSIS agar kedepannya menjadi lebih baik.

"Yang baik dilanjutkan, yang jelek pasti kita akan kritisi," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved